WAHANANEWS.C, Jakarta – Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran mengapresiasi keberlanjutan Program Sekolah Negeri Terapung yang didukung PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) di SMPN 6 Anggana, Desa Sepatin, Kabupaten Kutai Kartanegara, karena dinilai menjadi contoh nyata pemerataan akses pendidikan bagi anak-anak pesisir dan wilayah 3T.
Ketua Umum Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran KRT Tohom Purba mengatakan, program pendidikan seperti Sekolah Negeri Terapung menunjukkan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak boleh berhenti di pusat kota, tetapi harus hadir sampai ke wilayah sungai, pesisir, dan daerah terpencil.
Baca Juga:
Jelang Tahun Ajaran Baru, YBM PLN UP3 Cirebon Salurkan Alat Tulis dan Buku Iqra untuk Santri
“Program seperti ini sangat penting karena anak-anak pesisir juga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas, fasilitas belajar yang layak, dan kesempatan untuk bermimpi lebih tinggi,” ujar Tohom.
Menurut Tohom, dukungan PHM terhadap SMPN 6 Anggana melalui pembangunan gapura sekolah, taman belajar, penyediaan fasilitas pendidikan, penguatan kompetensi guru, hingga pendampingan beasiswa merupakan bentuk CSR yang memiliki dampak langsung bagi masa depan masyarakat.
“CSR yang baik adalah CSR yang membangun manusia, karena ketika pendidikan anak-anak diperkuat, maka yang tumbuh bukan hanya sekolahnya, tetapi juga harapan sebuah desa,” katanya.
Baca Juga:
Pembangunan Sekolah Rakyat di Sumedang Capai 87 Persen, Bupati Pastikan Beroperasi September 2026
Tohom menilai keberhasilan Program Sekolah Negeri Terapung meraih predikat Platinum dalam The 18th Annual Global CSR & ESG Summit & Awards 2026 di Bangkok, Thailand, menjadi bukti bahwa inisiatif lokal dari wilayah pesisir Indonesia mampu mendapat pengakuan internasional.
“Penghargaan global ini harus dibaca sebagai sinyal bahwa Indonesia memiliki banyak praktik baik di daerah, terutama ketika perusahaan, sekolah, guru, siswa, dan masyarakat bergerak bersama untuk menyelesaikan persoalan pendidikan,” ujarnya.
Ia mengatakan, lokasi SMPN 6 Anggana yang berada di ujung Delta Mahakam dan harus ditempuh melalui jalur sungai selama sekitar tiga jam menggambarkan besarnya tantangan pendidikan di wilayah pesisir.