Dampak yang ditimbulkan meliputi kerusakan pada 14 unit rumah milik 14 kepala keluarga, satu tempat ibadah, serta satu kandang ternak.
Selain itu, sembilan akses jalan dan sembilan jaringan listrik turut terdampak akibat kejadian tersebut.
Baca Juga:
Api Masih Membara di Parigi Moutong, Binjai dan Demak Dilanda Dampak Cuaca Ekstrem
Penanganan di Kabupaten Bantul telah dilakukan melalui pembersihan pohon tumbang di sejumlah lokasi serta pendistribusian bantuan terpal kepada warga terdampak.
Kegiatan ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) di tingkat kelurahan. Status Siaga Darurat di wilayah ini ditetapkan hingga 23 Mei 2026.
Kejadian bencana lainnya terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Barat, tepatnya di Kabupaten Lombok Barat, pada Senin (12/1/2026).
Baca Juga:
Angin Kencang Rusak 11 Rumah di Blitar, Satu Fasilitas Pendidikan Terdampak
Banjir yang melanda wilayah tersebut berdampak pada 570 kepala keluarga atau sekitar 1.711 jiwa. Sebanyak 570 unit rumah dilaporkan terdampak banjir.
Hingga laporan ini disusun, kondisi banjir di Lombok Barat belum sepenuhnya surut dan masih menggenangi permukiman warga. Penanganan darurat terus dilakukan oleh pemerintah daerah bersama unsur terkait.
BNPB terus melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat guna memastikan penanganan darurat berjalan secara optimal.