WahanaNews.co | Australia memberikan sumbangan 50 juta dolar AS (sekitar Rp773,6 miliar) untuk Dana Pandemi (Pandemic Fund) yang disepakati oleh para menteri keuangan dan menteri Kesehatan G20 di bawah kepemimpinan Indonesia tahun ini.
Dana perantara keuangan global itu ditujukan untuk meningkatkan pencegahan, kesiapsiagaan, dan respon terhadap pandemi di masa depan, setelah dunia belajar menangani pandemi COVID-19 selama hampir tiga tahun terakhir.
Baca Juga:
Hadir di Indonesia, BrainEye Bakal Jadi Solusi Kesehatan Otak Berbasis Teknologi AI
“Saya menyambut baik presidensi G20 Indonesia dalam membentuk Dana Pandemi dan berharap dapat membentuk rencana menghadapi pandemi di masa depan,” kata Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dalam keterangan pers tertulis di situs resminya, Minggu (14/11/2022).
Dikatakannya, inisiatif keuangan global tersebut menjadi bagian dari konsensus yang jelas bahwa dunia perlu lebih siap untuk menghadapi berbagai peristiwa di masa depan.
Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong juga memuji Indonesia yang disebutnya telah memainkan peran kepemimpinan yang penting dalam menyampaikan inisiatif Dana Pandemi guna memperkuat tata kelola kesehatan global.
Baca Juga:
Apresiasi Importir Australia, Pemerintah Indonesia Serahkan Primaduta Award 2024
“Australia akan memainkan perannya untuk mempromosikan respons global terhadap kesiapsiagaan dan upaya respon pandemi, dan untuk memastikan fokus yang kuat pada kebutuhan kawasan kami,” ujar dia.
Dana Pandemi diselenggarakan oleh Bank Dunia dan memanfaatkan keahlian teknis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Inisiatif itu diharapkan dapat mengatasi kesenjangan dalam pembiayaan pandemi dan menanggapi rekomendasi dari proses tinjauan independen tingkat tinggi termasuk panel independen untuk kesiapsiagaan dan respons pandemi yang ditugaskan oleh WHO.