WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meminta para pejabat berhati-hati dalam membuat pernyataan terkait demonstrasi yang terjadi selama sepekan terakhir, Sabtu (30/8/2025), “Kadin mengimbau para penyelenggara negara agar semua kebijakan, pernyataan, dan tindakan sungguh memperhatikan kondisi riil yang dihadapi masyarakat saat ini,” ujar Ketua Umum Kadin Anindya Bakrie lewat pernyataan resmi.
Kadin menilai pejabat publik perlu mempertimbangkan kondisi psikologi masyarakat yang sedang dilanda kesulitan ekonomi, pendapatan minim, dan biaya hidup meningkat, serta kondisi ketenagakerjaan yang sulit dan kesenjangan sosial yang masih cukup lebar, “Dalam menghadapi situasi ini, para penyelenggara negara perlu memiliki kepekaan,” tuturnya.
Baca Juga:
Kadin Indonesia Ambil Sikap atas Dugaan Pemalakan PT Chengda: Tiga Anggota Dinonaktifkan
Organisasi yang mewakili pengusaha itu juga menyampaikan duka cita atas wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojek online (ojol), pada Kamis malam (28/8/2025), ucapan juga ditujukan kepada Umar Amirudin, pengemudi ojol lainnya yang terluka parah akibat insiden yang sama.
Lembaga ini juga mendukung pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meminta insiden tersebut diusut tuntas dan transparan, serta berharap petugas yang terlibat bertanggung jawab.
Anindya menilai kondisi ekonomi yang sedang sulit harus dihadapi bersama dengan menjaga situasi keamanan, agar semua pihak bisa kembali bekerja dan beraktivitas, “Selama situasi keamanan tidak kondusif, kegiatan ekonomi akan terganggu dan dampak buruk akan dialami juga oleh masyarakat. Jalan terbaik menyampaikan aspirasi adalah lewat dialog,” ungkapnya.
Baca Juga:
18 Kadin Provinsi Gugat Penyelenggaraan Munaslub 2024
Kadin mengajak semua pihak saling menjaga situasi keamanan agar tetap stabil dan tidak terpancing berbagai isu yang mengganggu persatuan, stabilitas keamanan menurut dia adalah syarat utama pembangunan ekonomi.
Rentetan aksi massa awalnya dipicu sentimen publik atas kenaikan tunjangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), demonstrasi memprotes gaji dan tunjangan fantastis anggota dewan dilakukan pada Senin (25/8/2025), aksi para anggota dewan berjoget di sesi penutupan sidang yang dihelat pada Jumat (15/8/2025) juga sempat viral, ditambah respons mereka terhadap demonstran yang menuai kecaman publik.
Insiden tewasnya pengemudi ojol pada Kamis malam (28/8/2025) membuat unjuk rasa makin meluas hingga ke sejumlah daerah, kantor DPRD Makassar dibakar massa pada Jumat malam (29/8/2025), di gedung DPR Senayan, Jakarta, massa aksi terpantau masih berdatangan pada Sabtu (30/8/2025) pukul 13.00 WIB.