WAHANANEWS.CO, Jakarta – Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI menerima kunjungan delegasi parlemen Korea Selatan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antarlembaga legislatif sekaligus mendorong peningkatan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Korea Selatan.
Baca Juga:
Tampung Aspirasi Warga, TB Hasanuddin Dorong Pelatihan UMKM bagi Masyarakat Sumedang
Dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Diplomasi BKSAP tersebut, kedua pihak membahas berbagai isu yang dinilai memiliki kepentingan bersama.
Sejumlah topik yang menjadi perhatian antara lain perdagangan, perekonomian, investasi, kerja sama antarmasyarakat atau people to people, serta perlindungan pekerja migran Indonesia (PMI) yang bekerja di Korea Selatan.
Pertemuan tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris. Ia menilai Korea Selatan memiliki posisi strategis sebagai salah satu mitra penting Indonesia, terutama dalam sektor perdagangan dan investasi.
Baca Juga:
DPR Soroti Dugaan Pengkaplingan Laut di Batam, Pemerintah Diminta Perketat Pengawasan
Charles mengatakan, komunikasi antara parlemen kedua negara diperlukan untuk mendukung terciptanya kerja sama yang semakin erat.
Menurutnya, DPR RI juga terbuka menerima berbagai masukan dari pihak Korea Selatan mengenai peluang peningkatan hubungan ekonomi dan investasi.
"Jadi hari ini kita menerima kunjungan dari delegasi parlemen dari Korea Selatan datang ke sini untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan parlemen Indonesia dan tadi banyak hal yang sudah kami bahas dari isu perdagangan, ekonomi, kerjasama people to people dan juga berbagai masukan yang ingin disampaikan kepada kami terkait dengan investasi Korea Selatan yang ada di Indonesia," ujar Charles.
Ia menambahkan, peningkatan investasi Korea Selatan di Indonesia perlu menjadi perhatian bersama.
Untuk itu, kebijakan pemerintah diharapkan dapat terus diarahkan untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif, memberikan kepastian bagi investor, serta membuka peluang kerja sama ekonomi yang lebih luas.
Charles menilai semakin kuatnya hubungan investasi antara kedua negara dapat memberikan manfaat bagi perekonomian Indonesia.
Karena itu, dukungan kebijakan yang mampu memperbaiki ekosistem investasi menjadi salah satu faktor penting dalam mempererat kemitraan Indonesia dan Korea Selatan.
"Kami menganggap Korea Selatan sebagai mitra yang penting bagi Indonesia baik dari sisi perdagangan maupun investasi sehingga kami juga menyampaikan bahwa kami berharap investasi di Korea Selatan akan semakin tinggi di tahun-tahun berikutnya sehingga kebijakan yang dihasilkan pemerintah juga harus bisa mendorong ke arah perbaikan kerjasama dan peningkatan investasi," katanya.
Selain membahas aspek ekonomi, isu perlindungan pekerja migran Indonesia turut menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut.
Charles menyebut, saat ini terdapat lebih dari 60 ribu PMI yang bekerja di Korea Selatan.
Menurutnya, keberadaan PMI memiliki peran penting dalam hubungan Indonesia dan Korea Selatan.
Selain membantu meningkatkan pendapatan keluarga di Tanah Air, para pekerja migran juga turut memberikan kontribusi terhadap perekonomian melalui penghasilan yang mereka peroleh selama bekerja di luar negeri.
Karena itu, DPR RI berharap pemerintah Korea Selatan terus memastikan perlindungan serta pemenuhan hak-hak para PMI selama berada di negara tersebut.
Perlindungan tersebut dinilai penting agar pekerja migran dapat menjalankan pekerjaannya secara aman dan memperoleh perlakuan yang layak.
"Dan tadi juga kami sampaikan bahwa hari ini ada lebih dari 60 ribu pekerja migran Indonesia yang bekerja di Korea Selatan dan tentunya kami berharap pemerintah Korea Selatan bisa memberikan perlindungan yang baik kepada pekerja migran kita karena bagi kami pekerja migran Indonesia adalah pahlawan devisa," tutur Charles.
Lebih dari sekadar memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga, Charles melihat pengalaman para PMI selama bekerja di Korea Selatan juga dapat menjadi modal berharga bagi pembangunan Indonesia.
Pengetahuan, keterampilan, serta pengalaman kerja yang diperoleh di luar negeri diharapkan dapat dibawa pulang dan dimanfaatkan setelah mereka kembali ke Tanah Air.
Menurutnya, transfer pengetahuan dan keterampilan dari para pekerja migran dapat menjadi salah satu kontribusi jangka panjang bagi Indonesia.
Dengan demikian, pengalaman bekerja di luar negeri tidak hanya memberikan manfaat secara ekonomi, tetapi juga berpotensi meningkatkan kualitas sumber daya manusia ketika para PMI kembali ke Indonesia.
"Yang tentu saja bekerja bukan hanya untuk memberikan atau menambah penghasilan bagi keluarga Indonesia tetapi juga bisa di kemudian hari mempraktekkan apa yang mereka dapatkan dari sisi ilmu dan pengetahuan di negara-negara tempat mereka bekerja sekarang untuk membangun Indonesia di kemudian hari," pungkasnya.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]