Lebih lanjut, Tohom yang juga Ketua Umum Relawan MARTABAT Jokowi-Ma’ruf Amin menegaskan bahwa kebijakan ini harus diintegrasikan dengan program pengendalian banjir jangka panjang.
Ia mendorong Pemprov Jakarta untuk tidak hanya fokus pada pengerukan, tetapi juga mempercepat normalisasi dan naturalisasi sungai serta pembangunan sistem drainase terpadu.
Baca Juga:
Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda Nasional, MARTABAT Prabowo–Gibran Desak Pemerintah Tetapkan Ulos Produk Unggulan di Kawasan Otorita Danau Toba
“Pengerukan ini langkah awal yang bagus, tapi tidak cukup jika tidak diikuti dengan kebijakan yang lebih komprehensif. Perlu sinergi antara Pemprov Jakarta, pemerintah pusat, dan daerah-daerah di sekitar Jabodetabekjur agar pengelolaan air lebih efektif,” tegasnya.
Pengerukan ini melibatkan 1.000 petugas dan didukung oleh 122 unit alat berat serta 84 unit alat pendukung lainnya. Program ini ditargetkan rampung pada Agustus 2025 dan akan tetap berjalan selama bulan Ramadan.
Tohom juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan dalam menjaga kebersihan sungai dan mendukung program pemerintah ini. “
Baca Juga:
MARTABAT Prabowo-Gibran Dukung Gubernur Banten Permak 'The Little Green Canyon' di Kawasan KEK Tanjung Lesung
Kita semua punya tanggung jawab yang sama. Jika ingin Jakarta bebas banjir dan Jabodetabekjur menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang optimal, kita harus mulai dari kesadaran bersama,” tutupnya.
[Redaktur: Rinrin Kaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.