Juga, memastikan hubungan Wanita Katolik RI lintas-ormas dan lintas-kerjasama dengan berbagai pemangku kepentingan yang senafas perjuangan dengan Wanita Katolik RI.
“Di sini penting sekali komunikasi berbasis asah-asih-asuh kami kedepankan. Ini fondasi WKRI, yang ditopang oleh semangat subsidiaritas dan solidaritas,” ujar Hong
Baca Juga:
Junta Militer Myanmar Umumkan Gencatan Senjata Sementara Pascagempa Mematikan
Ketiga pemimpin baru ini bersepakat menggagas kerja 100 hari pertama dengan beberapa agenda prioritas. Antara lain, memaksimalkan kepemimpinan kolektif-kolegial dengan menggunakan elemen organisasi secara efektif.
“Kami akan melakukan koordinasi dan konsolidasi rutin dengan para pimpinan daerah,” ucap Elly menekankan.
Presidium baru ini juga menegaskan, hasil-hasil Kongres XXI dan turunannya akan segera disosialisasikan ke para pengurus daerah. “Ini perlu komunikasi terbuka, efektif, cepat, transparan,” ujar Lusi dan Hong menambahkan.
Baca Juga:
Indonesia Siap Mitigasi Dampak Negatif Tarif Impor AS Terhadap Produk Buatan Indonesia
Presidium Nasional WKRI 2023-2028 sadar mereka diberi amanah memandu organisasi raksasa ini menjelang dua momentum besar: 100 tahun WKRI pada Juni 2024, dan situasi panas politik nasional di ambang pemilu.
“Kami mohon semua saudara dan saudari menyokong kami dalam doa,” ujar Elly yang memberi pidato perdananya didampingi kedua kolega Presidium di panggung Ruang Krakatau, Hotel Mercure Ancol, Jakarta.
Uskup Denpasar Dr Mgr Silvester San memimpin Misa Penutupan dan Peneguhan Presidium WKRI 2023-2028. Sekretaris Eksekutif Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) RD Christian Siswantoko mendampingi Uskup Silvester bersama 12 orang imam dari berbagai wilayah keuskupan Indonesia.