WAHANANEWS.CO, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis rekapitulasi kejadian bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia selama periode 25 Januari 2026 pukul 07.00 WIB hingga 26 Januari 2026 pukul 07.00 WIB.
Menjelang akhir Januari 2026, pola kejadian bencana masih didominasi oleh fenomena hidrometeorologi basah, seiring intensitas hujan yang tinggi di sejumlah daerah.
Baca Juga:
Hari Ketiga Operasi SAR Longsor Pasirlangu, Lima Excavator dan Anjing K9 Dikerahkan
Di Provinsi Nusa Tenggara Barat, angin kencang melanda Kabupaten Lombok Tengah pada Minggu (24/1/2026) sekitar pukul 10.00 WITA.
Kondisi rumah warga yang terdampak angin kencang di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Minggu (25/10/2026). [Foto BPBD Kabupaten Lombok Tengah].
Peristiwa ini dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang, khususnya di wilayah Kecamatan Pringgarata, Batukliang Utara, Praya, dan Pujut.
Baca Juga:
Tim DVI Identifikasi 11 Korban Longsor Bandung Barat, Pencarian Dilanjutkan Hari Ini
Akibat kejadian tersebut, sebanyak delapan kepala keluarga terdampak, serta satu fasilitas pendidikan mengalami kerusakan.
Kondisi rumah warga yang terdampak angin kencang di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Minggu (25/10/2026). [Foto BPBD Kabupaten Lombok Tengah].
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Tengah telah melakukan asesmen di lokasi kejadian serta berkoordinasi dengan lintas instansi untuk penanganan lebih lanjut.
Masih di Nusa Tenggara Barat, hujan deras juga menyebabkan banjir di Desa Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, pada Minggu (25/1/2026) sekitar pukul 15.00 WITA.
Banjir tersebut berdampak pada 21 kepala keluarga, dengan 13 kepala keluarga di antaranya terpaksa mengungsi.
Selain itu, tercatat sebanyak 21 unit rumah mengalami kerusakan atau terendam banjir.
BPBD Kabupaten Lombok Barat bersama pemerintah desa dan kecamatan setempat segera melakukan langkah-langkah penanganan darurat, termasuk pendataan korban terdampak serta pemantauan kondisi di lapangan.
Sementara itu, di Provinsi Jawa Tengah, bencana tanah longsor terjadi di Kabupaten Pemalang pada Minggu (25/1/2026) sekitar pukul 06.00 WIB.
Tanah longsor yang terjadi di area Perhutani Desa Bongas, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah Minggu (25/1/2026). [Foto BPBD Kabupaten Pemalang].
Longsor dipicu oleh curah hujan tinggi yang berlangsung dalam waktu lama, ditambah kondisi tanah yang labil di kawasan Perhutani, Desa Bongas, Kecamatan Watukumpul.
Berdasarkan laporan yang diterima BNPB, dua orang warga dilaporkan masih dalam proses pencarian.
BPBD Kabupaten Pemalang bersama unsur terkait dan relawan terus melakukan upaya pencarian korban.
Tanah longsor yang terjadi di area Perhutani Desa Bongas, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah Minggu (25/1/2026). [Foto BPBD Kabupaten Pemalang].
Namun, proses evakuasi menghadapi kendala berupa cuaca buruk serta potensi longsor susulan di lokasi kejadian.
Beralih ke Provinsi Kalimantan Barat, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilaporkan terjadi di Kabupaten Ketapang pada Minggu (25/1/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Karhutla melanda empat desa yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Desa Sungai Awan di Kecamatan Muara Pawan; Desa Kuala dan Desa Kuala Satong di Kecamatan Matan Hilir Utara; serta Desa Sungai Nanjung di Kecamatan Matan Hilir Selatan.
BNPB mencatat luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 14,3 hektare.
BPBD Kabupaten Ketapang bersama instansi terkait terus melakukan upaya pemadaman dan meningkatkan koordinasi guna mencegah meluasnya sebaran api ke wilayah lain.
Prakiraan Cuaca dan Imbauan Kesiapsiagaan
Hingga Kamis (29/1/2026), kondisi cuaca di Indonesia secara umum masih didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat.
BNPB mengingatkan adanya potensi peningkatan curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah, antara lain Aceh, Bengkulu, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi, Maluku Utara, Papua Tengah, dan Papua.
Selain itu, hujan lebat yang disertai angin kencang juga berpotensi terjadi di wilayah Banten, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, serta Papua Pegunungan.
Menanggapi kondisi tersebut, BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan lebat dan angin kencang.
Warga diminta menghindari area yang berpotensi membahayakan, seperti pohon besar, papan reklame, dan bangunan yang tidak kokoh.
Bagi masyarakat yang tinggal di kawasan lereng atau perbukitan, apabila hujan deras berlangsung lebih dari satu jam, diimbau untuk segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman dan menjauhi area rawan longsor.
Pemerintah daerah juga diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan serta kesiapan personel dan peralatan selama periode puncak musim hujan.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]