“Kehadiran Bapak ke mari menambah semangat kami untuk kami optimistis kami harus bisa maju, bisa bangkit lagi, berdiri tanpa bantuan dari orang lain,” tambahnya.
Sementara itu, haru tak terbendung dari Ibu Rusnida, yang tak kuasa menahan air mata saat menceritakan pengalamannya. Baginya, kunjungan Presiden merupakan sesuatu yang belum pernah ia bayangkan sebelumnya.
Baca Juga:
Dari Huntara Aceh Tamiang, Kisah Ibu Nurita dan Harapan yang Disampaikan Langsung kepada Presiden
“Pak Presiden ke mari, kami senang. Senang, kami tak pernah dikunjungi Presiden, sekarang dikunjungi karena ada musibah yang besar datanglah Presiden ke mari,” ucapnya lirih.
Di balik rasa haru tersebut, tersimpan harapan sederhana namun mendalam agar kehidupan ke depan menjadi lebih baik, terutama bagi generasi muda. “Biar lebih bagus, anak-anak di sini biar dapat kerja semua,” harapnya.
Kehadiran Presiden di tengah warga yang tengah bangkit dari bencana bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan simbol bahwa negara hadir dan tidak meninggalkan rakyatnya. Di tengah keterbatasan, momen Lebaran ini menjadi penguat semangat, bahwa dari duka bisa lahir harapan baru untuk masa depan yang lebih baik.
Baca Juga:
Prabowo: Pemulihan Pascabanjir Aceh Tamiang Hampir 100 Persen, Warga Bangkit Lebih Cepat
Demikian dilansir dari laman setkabgoid, Minggu (22/3/2026).
[Redaktur: JP Sianturi]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.