WAHANANEWS.CO - Media sosial tengah ramai dengan diskusi mengenai isu yang menyebut sebanyak 522 pelajar di Sidoarjo, Jawa Timur terjangkit HIV/AIDS.
Jenjang pendidikan yang disebutkan mulai dari PAUD/TK, SMP, hingga SMA.
Baca Juga:
Kampanye Peringatan Hari AIDS Sedunia Ajak Warga Jangan Asingkan ODIV
Kabar mengenai lebih dari 500 pelajar mengidap HIV tersebut telah mendapat respons dari pihak Dinas Kesehatan Sidoarjo dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak.
Dinkes menyebut bahwa angka yang beredar di medsos tidak sesuai dengan fakta di lapangan, sedangkan Wagub Emil Dardak menyatakan bahwa kasus tersebut harus selalu dimonitoring.
Dinkes Sidoarjo Ungkap Fakta Kasus Aktif HIV/AIDS pada Anak
Baca Juga:
Benarkah HIV Menular Lewat Nyamuk dan Sentuhan? Ini Penjelasan Lengkapnya
Menurut data resmi milik pemerintah daerah, pelajar Sidoarjo yang positif HIV jauh di bawah 522 orang seperti yang beredar di media sosial.
Menurut catatan Dinkes Sidoarjo, sejak tahun 2001 hingga pertengahan 2026 hanya terdapat 60 kasus HIV/AIDS pada kelompok usia 11-17 tahun, dengan rincian tujuh orang telah meninggal dunia dan 53 remaja masih menjalani pengobatan serta pendampingan secara intensif.
“Dari total tersebut, tujuh orang telah meninggal dunia. Sehingga jumlah penyintas yang masih tercatat saat ini sebanyak 53 orang,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Lakhsmie Herawati Yuwantina kepada awak media di kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo pada Kamis, 23 Juli 2026.