WAHANANEWS.CO, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan rangkaian kejadian bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia berdasarkan hasil pemantauan Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB.
Data tersebut dihimpun dalam periode 8 Januari 2026 hingga 9 Januari 2026 pukul 07.00 WIB.
Baca Juga:
Pemerintah Pusat-Daerah Perkuat Koordinasi Tangani Dampak Banjir Bandang di Sitaro
Dari hasil pemantauan, jenis bencana yang terjadi masih didominasi oleh bencana hidrometeorologi basah, terutama banjir dan tanah longsor akibat intensitas hujan yang tinggi.
Kejadian bencana pertama dilaporkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara.
Banjir disertai tanah longsor terjadi pada Rabu (7/12026) sekitar pukul 20.00 WIT dan berdampak pada 22 desa yang tersebar di lima kecamatan. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang warga meninggal dunia.
Baca Juga:
Bangkit Pascabanjir, Bukit Tempurung Kuala Simpang Terus Berbenah dengan Semangat Gotong Royong
Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Kabupaten Halmahera Utara, tercatat sebanyak 1.216 unit rumah terendam banjir.
Kondisi banjir yang melanda wilayah Kabupaten Halmahera Utara, Rabu (7/1/2026). [Sumber: BPBD Kab. Halmahera Utara].
Selain itu, 20 rumah mengalami kerusakan berat, satu rumah rusak sedang, dua rumah rusak ringan, serta 11 fasilitas umum turut terdampak.