Di Desa Togawa, Kecamatan Galela Selatan, sebanyak 71 kepala keluarga atau 282 jiwa terpaksa mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat maupun ke area pasar desa setempat demi keselamatan.
Upaya penanganan darurat di lapangan menghadapi sejumlah kendala, terutama akibat terputusnya beberapa akses jembatan.
Baca Juga:
Hujan Lebat Picu Banjir di NTB dan Banyumas, Lebih dari 400 KK Terdampak
Jembatan penghubung Desa Posiposi dan Desa Tate, serta jembatan Kali Baru di Desa Doduwo dilaporkan tidak dapat dilalui.
Jembatan penghubung Desa Posiposi dan Desa Tate, serta jembatan Kali Baru di Desa Doduwo dilaporkan tidak dapat dilalui.
Selain itu, material longsor menutup badan jalan menuju Kecamatan Loloda Utara sehingga kendaraan roda empat tidak bisa melintas.
Baca Juga:
Progres 65 Persen, Pembangunan Jembatan Gantung Lhok Sanding Dikebut Pascabanjir
Akses alternatif melalui jalur laut juga belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena kondisi cuaca yang kurang bersahabat.
Meski demikian, petugas gabungan terus berupaya menjangkau wilayah terdampak dengan menggunakan rakit untuk menembus akses yang terputus.
Koordinasi juga dilakukan secara intensif dengan instansi terkait, seperti TNI, Polri, dan dinas sosial, guna mempercepat proses penanganan dan pemenuhan kebutuhan warga terdampak.