Selain fokus pada energi, kedua negara juga menegaskan komitmen untuk memperluas kolaborasi di berbagai bidang lain yang memiliki kontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional.
“Keberlanjutan beberapa kerja sama di bidang pendidikan riset teknologi, bidang pertanian, dan bidang investasi di berbagai sektor terutama pembangunan industri di Indonesia,” tuturnya.
Baca Juga:
Semprot Sistem Ekonomi, Prabowo Turunkan Bunga Kredit Ultra Mikro Jadi 8 Persen
Lebih lanjut, Seskab Teddy menilai bahwa Rusia memiliki posisi yang sangat strategis dalam tatanan global saat ini, sehingga kemitraan dengan Indonesia menjadi semakin penting dan relevan dalam menghadapi berbagai tantangan global.
“Kita ketahui bahwa posisi Rusia sangat strategis di dunia global, selain sebagai salah satu negara pemegang hak veto PBB dan pendiri BRICS,” ucapnya.
Ia juga menambahkan bahwa Rusia merupakan salah satu negara dengan kekuatan besar di dunia, terutama dari sisi sumber daya alam yang melimpah, sehingga membuka peluang besar bagi Indonesia untuk menjalin kerja sama yang saling menguntungkan dalam jangka panjang.
Baca Juga:
Presiden Prabowo Anugerahkan Satyalancana kepada 8 Insan PLN atas Dedikasi di Sektor Energi
“Rusia merupakan salah satu kekuatan besar dunia yang mempunyai sumber daya alam terbesar di dunia,” lanjutnya.
Menurut Seskab, intensitas pertemuan antara Presiden Prabowo dan Presiden Putin dalam satu tahun terakhir menunjukkan hubungan bilateral yang semakin erat dan solid.
Hal ini menjadi indikasi kuat bahwa kedua negara memiliki kesamaan visi dalam memperkuat kerja sama strategis.