WahanaNews.co | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca ekstrem di sejumlah daerah.
Menurut keterangan tertulis BMKG yang diterima WahanaNews pada Kamis (14/7), Daerah Tekanan Rendah terpantau di Samudra Hindia barat Sumatera yang membentuk daerah konvergensi memanjang dari Samudra Hindia barat Sumatera.
Baca Juga:
Sumedang dan Majalengka Jadi Salah Satu Daerah dengan Jumlah Petir Tertinggi di Bulan Maret 2025
Daerah Tekanan Rendah ini juga menginduksi terbentuknya Low Level Jet (angin pada lapisan permukaan dengan kecepatan >25 knot) yang memanjang dari Samudra Hindia barat daya Banten hingga barat Samudra Hindia barat Sumatera.
Sirkulasi siklonik terpantau di Selat Karimata dan Samudra Pasifik utara Papua Barat yang membentuk daerah konvergensi yang memanjang dari Laut Jawa hingga Bangka Belitung, dan di Samudra Pasifik utara Papua Barat.
Daerah konvergensi lain terpantau memanjang dari Sumatera Utara hingga Riau, di Lampung, dari Laut Jawa hingga Sumatra Selatan, dari Jawa Barat hingga Banten, dari Jawa Timur hingga Jawa tengah, di Kalimantan bagian selatan, Kalimantan Timur hingga Kalimantan Utara, dari Sulawesi Tenggara hingga Sulawesi bagian tengah, di Sulawesi bagian utara, Maluku, Maluku Utara dan dari Papua hingga Papua Barat.
Baca Juga:
Potensi Cuaca Ekstrem Masih Berlanjut hingga Lebaran, PLN Siapkan Langkah Antisipatif
Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan dan peningkatan tinggi gelombang di sekitar bibit siklon tropis, daerah tekanan rendah, sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi tersebut.
Wilayah yang berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada 13 Juli 2022:
Sumatera Utara