Penutupan wilayah udara dilakukan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan operasi militer terhadap Iran yang kemudian dibalas dengan serangan rudal oleh Teheran.
Sejumlah negara Teluk seperti Qatar dan Uni Emirat Arab mengambil langkah antisipatif dengan membatasi bahkan menutup sementara ruang udara mereka demi alasan keamanan penerbangan.
Baca Juga:
BPKN Desak Pelaku Usaha Bertanggung Jawab atas Jemaah Umrah Korban Kecelakaan di Arab Saudi
Langkah tersebut berdampak signifikan terhadap operasional maskapai berbasis di kawasan, termasuk penerbangan transit yang selama ini menjadi jalur utama jamaah umroh Indonesia menuju dan dari Arab Saudi.
Doha dan Dubai diketahui menjadi hub penting penerbangan internasional dari Jeddah maupun Madinah bagi jamaah asal Indonesia.
Hingga saat ini, otoritas penerbangan di kawasan masih melakukan evaluasi situasi keamanan sebelum membuka kembali wilayah udara secara penuh.
Baca Juga:
DPD Partai Golkar Sulteng Rayakan HUT ke-60 dengan Senam dan Hadiah Umroh
Jamaah diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari maskapai dan biro perjalanan masing-masing terkait kemungkinan penjadwalan ulang atau perubahan rute penerbangan.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.