Di bidang pendidikan, ia meraih gelar Sarjana Antropologi dari Universitas Indonesia pada 1976, kemudian melanjutkan studi hingga memperoleh gelar Master pada 1981 dan Doktor pada 1990 dalam bidang antropologi dari Boston University, Amerika Serikat.
Sebelum terjun penuh ke dunia diplomasi, Kartini berkiprah sebagai akademisi dan peneliti dengan pengalaman mengajar sebagai dosen antropologi di Universitas Indonesia serta aktif sebagai peneliti di lembaga riset nasional dan editor di berbagai penerbit serta jurnal ilmiah.
Baca Juga:
Prabowo Blak-blakan Akan Tutup 800 BUMN yang Rugi, Sebut Negara Bisa Hemat Triliunan
Aktivisme sosial juga menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya, antara lain melalui pendirian Suara Ibu Peduli yang fokus pada isu perempuan dan reformasi, Yayasan Rumah Ibu yang menangani kekerasan dalam rumah tangga, serta perannya sebagai Ketua Yayasan Lingkungan Sejahtera.
Selain berkarier di pemerintahan dan organisasi sosial, Kartini Sjahrir juga terlibat dalam politik praktis sebagai Ketua Umum Partai Perhimpunan Indonesia Baru periode 2007–2011 dan aktif di berbagai forum kebijakan publik.
Di luar struktur negara, ia menjabat Komisaris Independen PT Siloam International Hospitals Tbk sejak 2019 sekaligus Ketua Komite Nominasi dan Remunerasi, serta pernah menjadi anggota dewan penasihat ASEAN Institute for Peace and Reconciliation.
Baca Juga:
Prabowo Yakin RI Tak Perlu Impor Solar Lagi Usai Peluncuran B50
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.