Lebih lanjut, Aris menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga para pengelola program di lapangan.
Menurutnya, kolaborasi yang kuat akan menjadi kunci keberhasilan program, terutama dalam memastikan standar keamanan pangan terpenuhi secara konsisten.
Baca Juga:
Dukung Peternak Rakyat, BGN Larang SPPG Beli Telur Melalui Supplier
Ia juga menyoroti bahwa pengawasan tidak hanya dilakukan pada tahap akhir penyajian makanan, tetapi harus mencakup seluruh rantai distribusi, mulai dari pengadaan bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi ke penerima manfaat.
Hal ini penting guna memastikan kualitas makanan tetap terjaga dan aman dikonsumsi.
“Kolaborasi antar pihak harus diperkuat untuk pengawasan program. Dengan begitu, program dapat berjalan berkelanjutan secara nasional,” ucapnya.
Baca Juga:
DPR Dorong Telur Bebek Masuk Program MBG, Dinilai Bantu Gizi dan Peternak Nasional
Di sisi lain, Asosiasi Pengelola dan Penyedia Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) menyatakan komitmennya untuk mendukung keberlanjutan program MBG.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui penguatan sistem rantai pasok serta peningkatan kapasitas pengelola dapur melalui edukasi dan pelatihan.
Ketua APPMBGI Abdul Rivai Ras menjelaskan bahwa asosiasi berperan sebagai wadah koordinasi antar pelaku program.