WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) terus mendorong penguatan inovasi teknologi untuk mendukung upaya pengurangan risiko bencana di Indonesia.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui pembahasan pengembangan platform kebencanaan yang melibatkan kalangan akademisi dan pengembang inovasi dari Universitas Gadjah Mada (UGM).
Baca Juga:
Kemenko PMK Bahas Isu Strategis Warisan Budaya dan Alam Indonesia 2026
Pembahasan tersebut digelar dalam sebuah pertemuan yang berlangsung pada Kamis (12/03/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam memanfaatkan hasil riset dan inovasi teknologi untuk kepentingan mitigasi serta penanganan bencana di berbagai wilayah Indonesia.
Pertemuan ini dipimpin oleh Asisten Deputi Pengurangan Risiko Bencana Kemenko PMK, Andre Notohamijoyo.
Baca Juga:
Kemenko PMK Pastikan Keselamatan Jamaah Haji dan Umrah Indonesia di Tengah Ketegangan Regional
Diskusi tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang membahas pemanfaatan inovasi yang dihasilkan oleh perguruan tinggi sebagai solusi dalam menghadapi berbagai potensi bencana alam di Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut juga hadir perwakilan dari Direktorat Aplikasi, Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif, Mohammad Azhar.
Dalam kesempatan itu, tim pengembang dari UGM memaparkan konsep sebuah platform digital kebencanaan yang dirancang sebagai pusat informasi sekaligus ruang integrasi berbagai inovasi kebencanaan dari perguruan tinggi.
Platform ini diharapkan mampu menjadi sarana kolaborasi yang mempertemukan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, akademisi, pelaku usaha, hingga masyarakat umum, dalam mengakses teknologi serta solusi kebencanaan secara lebih mudah, cepat, dan terintegrasi.
Melalui platform tersebut, berbagai hasil penelitian dan inovasi di bidang kebencanaan yang selama ini tersebar di berbagai perguruan tinggi dapat dihimpun dalam satu sistem terpadu.
Dengan demikian, pemanfaatan teknologi untuk mendukung kesiapsiagaan dan penanganan bencana dapat dilakukan secara lebih efektif.
Asdep Andre menyampaikan bahwa pengembangan platform kebencanaan menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem inovasi kebencanaan di Indonesia.
Melalui platform tersebut, berbagai produk hasil riset perguruan tinggi dapat lebih dikenal dan dimanfaatkan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun masyarakat dalam menghadapi berbagai risiko bencana.
“Banyak inovasi kebencanaan yang dihasilkan oleh perguruan tinggi sebenarnya sangat relevan dan bermanfaat bagi masyarakat. Namun, informasi mengenai produk tersebut belum terintegrasi dengan baik sehingga belum banyak dimanfaatkan secara luas,” ujar Andre.
Platform yang tengah diusulkan tersebut nantinya akan memuat beragam inovasi kebencanaan yang mencakup seluruh tahapan manajemen bencana, mulai dari fase pra-bencana, saat tanggap darurat, hingga tahap pemulihan pascabencana.
Berbagai inovasi yang dipresentasikan dalam pertemuan itu antara lain sistem peringatan dini banjir berbasis teknologi digital, teknologi pemetaan wilayah terdampak menggunakan drone untuk mempercepat respons darurat, sistem penjernihan air menggunakan energi surya guna memenuhi kebutuhan air bersih di lokasi bencana, hingga konsep hunian sementara yang memanfaatkan material lokal bagi masyarakat terdampak bencana.
Selain berfungsi sebagai pusat informasi, platform digital tersebut juga dirancang untuk mendukung proses hilirisasi hasil penelitian perguruan tinggi.
Melalui sistem ini, berbagai inovasi di bidang kebencanaan diharapkan dapat lebih mudah diakses oleh pemerintah, lembaga terkait, maupun masyarakat yang membutuhkan solusi teknologi dalam situasi darurat.
Dalam proses pengembangannya, platform tersebut juga akan memperhatikan beberapa aspek penting, seperti standarisasi produk inovasi, proses kurasi teknologi yang ditampilkan, serta kesiapan penerapan teknologi di lapangan.
Hal ini dilakukan agar setiap solusi yang tersedia di dalam platform benar-benar dapat dimanfaatkan secara optimal ketika terjadi bencana.
Perwakilan dari Kementerian Ekonomi Kreatif juga menyampaikan pentingnya pembahasan lanjutan secara teknis terkait sistem aplikasi yang akan dikembangkan.
Pertemuan lanjutan tersebut diharapkan dapat membahas lebih rinci mengenai mekanisme operasional platform, fitur layanan yang tersedia, serta sistem keamanan data.
Selain itu, aplikasi yang dirancang juga diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi para pengguna, baik dalam mengakses informasi maupun melakukan transaksi atau kerja sama pemanfaatan teknologi, dengan tetap memperhatikan perlindungan dan keamanan data.
Kemenko PMK menilai bahwa kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi merupakan salah satu kunci penting dalam memperkuat kapasitas nasional dalam menghadapi risiko bencana.
Dengan memadukan inovasi teknologi, penelitian ilmiah, serta dukungan kebijakan yang tepat, berbagai solusi kebencanaan diharapkan dapat dimanfaatkan secara lebih luas untuk mendukung kesiapsiagaan masyarakat, respons darurat yang lebih cepat, serta pemulihan pascabencana di berbagai daerah.
Ke depan, Kemenko PMK akan terus mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan inovasi kebencanaan.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap berbagai potensi bencana sekaligus mendukung pembangunan nasional yang lebih tangguh, adaptif, dan berkelanjutan.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]