WAHANANEWS.CO, Jakarta - Program Makan Bergizi Gratis atau MBG dipastikan tidak berhenti meski gelombang kritik dan tuntutan mahasiswa terus mengarah pada tata kelola program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, Muhammad Qodari, menyatakan pemerintah tetap menjalankan MBG karena penerima manfaatnya nyata, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga anak sekolah.
Baca Juga:
Dari MBG hingga IFP, Program Prioritas Presiden Prabowo Dorong Kemajuan Pendidikan Nasional
“Kenapa jangan berhenti? Karena yang menerima manfaat ini nyata di lapangan. Ada ibu hamil. Emang hamilnya bisa berhenti? Ada ibu menyusui. Emang bayinya disuruh berhenti menyusu? Emang balita disuruh berhenti makan? Anak sekolah emang nggak boleh makan lagi?” ujar Qodari dalam keterangan Bakom, dikutip Minggu (14/6/2026).
Qodari mengatakan MBG merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang dirancang untuk meningkatkan kesehatan, kecerdasan, dan kualitas gizi generasi muda.
Pemerintah, kata dia, tetap memberi ruang evaluasi karena pelaksanaan program besar di lapangan pasti menghadapi dinamika dan persoalan teknis.
Baca Juga:
Anggaran MBG Rp268 Triliun Bakal Dihitung Ulang, Pemerintah Ungkap Alasannya
“Jadi begini, program apapun pasti mengalami dinamika pada tataran implementasi atau operasionalisasi. Dari satu gagasan menjadi sebuah program operasional itu perlu diturunkan. Pasti ada variasi dan pasti ada masalah. Hanya orang mati yang tidak ada masalah. Selama kita hidup pasti ada masalah,” tuturnya.
Menurut Qodari, masalah yang muncul dalam pelaksanaan MBG tidak bisa langsung dijadikan alasan untuk menghentikan program yang telah menyasar kelompok rentan.
“Tetapi masalah itu bukan berarti membuat kita berhenti. Bukan membuat kita mundur. Kita evaluasi,” ucap Qodari.