"Nggak, sementara ini belum. Jadi ini yang pertama ini, nanti kita akan simulasikan ya di 900 titik itu yang tadi sudah siap operasi itu, kita akan coba simulasikan untuk bisa diambil di KDKMP. Tentu yang akan melayani adalah agen-agen dari bank Himbara," tutur dia.
Saifullah menyebut uji coba kemungkinan dilakukan setelah proses penyaluran bansos triwulan III-2026 selesai.
Baca Juga:
Tunjangan Profesi Guru Belum Juga Cair? Ternyata Ini Penyebabnya
"Sekarang ini sudah penyaluran triwulan 3 ya, sudah proses ya. Mungkin nanti pada triwulan 4 kita akan uji cobakan. Tapi ini kita akan coba dulu penyaluran di 900 titik ini sebagai uji coba," ujarnya.
Menurut dia, skema tersebut diharapkan membuat penerima manfaat lebih mudah memperoleh bantuan sekaligus mendapatkan barang kebutuhan dengan harga yang kompetitif karena lokasi Koperasi Merah Putih berada dekat dengan tempat tinggal masyarakat.
"Yang non-tunai itu kan sesuai dengan kebutuhan mereka untuk dibelanjakan di tempat-tempat yang dekat dengan tempat tinggal penerima manfaat. Nah, sekarang sudah ada KDKMP, tentu ini juga akan membuat penerima manfaat akan mendapatkan barang-barang yang mungkin harganya nanti ya kompetitif," tutur dia.
Baca Juga:
KPK Menang Praperadilan Penetapan Tersangka Rudy Tanoe Sesuai Aturan
Saifullah juga menjelaskan, jenis bansos yang masuk dalam skema tersebut adalah Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
"Kita itu ada dua bansosnya ya. Satu, bansos Program Keluarga Harapan, ada komponen-komponennya itu. Yang kedua adalah bansos sembako. Nah, atau bantuan pangan non-tunai. Itu Rp200.000 per bulan. Ya. Jadi itu selama ini kita salurkan setiap 3 bulan sekali. Jadi ada 4 kali penyaluran," ungkap Saifullah.
Di sisi lain, ia memastikan PT Pos tetap akan dilibatkan untuk menyalurkan bansos kepada masyarakat di wilayah yang belum terjangkau layanan perbankan maupun kelompok rentan seperti lanjut usia dan penyandang disabilitas.