Transformasi ini juga diperkuat melalui berbagai inisiatif strategis. Di antaranya adalah optimalisasi sistem pengaduan masyarakat melalui SP4N-LAPOR!, pengembangan Mal Pelayanan Publik (MPP) baik dalam bentuk fisik maupun digital, serta integrasi layanan berbasis omni-channel guna memberikan kemudahan akses bagi masyarakat dalam berbagai platform.
Otok menambahkan bahwa arah pengembangan pelayanan publik ke depan tidak lagi hanya berfokus pada kelengkapan sistem dan prosedur, tetapi lebih pada dampak nyata yang dirasakan oleh masyarakat sebagai pengguna layanan.
Baca Juga:
Pemerintah Siapkan SDM Unggul untuk Dukung Program Prioritas PHTC Presiden Prabowo
“Pelayanan publik harus terus bergerak menjadi semakin sederhana, semakin cepat, semakin terintegrasi, dan semakin manusiawi. Dan yang jauh lebih penting adalah apakah masyarakat benar-benar merasakan kemudahan, keadilan, kepastian, dan manfaat nyata dari pelayanan yang kita selenggarakan tersebut,” imbuh Otok.
Melalui kegiatan pendampingan ini, pemerintah daerah diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas teknis dalam penyelenggaraan layanan, tetapi juga memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan pelayanan publik yang konsisten, berkelanjutan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Kita ingin memastikan transformasi pelayanan publik tidak berjalan sporadis, tetapi konsisten, berkelanjutan, dan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.
Baca Juga:
Menteri PANRB Tekankan Pentingnya Sinkronisasi Kebijakan untuk Dukung PHTC Presiden
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.