WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) resmi menggelar pembukaan Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) bagi Komponen Cadangan (Komcad) yang berasal dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian dan Lembaga Gelombang I Tahun Anggaran 2026.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kesiapsiagaan nasional melalui pelibatan unsur sipil dalam sistem pertahanan negara.
Baca Juga:
Wamenhan Pimpin Pelepasan Jenazah Juwono Sudarsono, Negara Beri Penghormatan Terakhir
Upacara pembukaan dilaksanakan di Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Rabu (22/4/2026), dan dipimpin oleh Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas) Kemhan RI, Letjen TNI Gabriel Lema, yang hadir mewakili Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin.
Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat terkait serta peserta pelatihan yang berasal dari berbagai instansi pemerintah pusat.
Dalam amanat Menteri Pertahanan yang dibacakan Kabacadnas, ditegaskan bahwa pembentukan Komcad dari kalangan birokrasi merupakan implementasi nyata dari konsep sistem pertahanan semesta yang melibatkan seluruh komponen bangsa.
Baca Juga:
Kabar Duka! Juwono Sudarsono Meninggal Dunia, Indonesia Kehilangan Tokoh Pertahanan Besar
”Di tengah berbagai ancaman yang semakin kompleks, komponen cadangan berperan sebagai kekuatan tambahan yang dapat dikerahkan untuk memperkuat komponen utama, sekaligus meningkatkan ketahanan nasional,” tegas Kabacadnas dalam amanat Menhan.
Program pelatihan ini dijadwalkan berlangsung hingga 5 Juni 2026, dengan jumlah peserta mencapai 1.773 orang yang telah lolos seleksi dari total 55 Kementerian dan Lembaga di tingkat pusat.
Selama pelatihan, para peserta akan mendapatkan pembinaan fisik, mental, serta pengetahuan dasar kemiliteran sebagai bekal dalam mendukung tugas negara.
Usai upacara pembukaan, Kabacadnas menjelaskan bahwa Latsarmil Komcad ASN tidak hanya berfokus pada aspek pertahanan, tetapi juga diarahkan untuk membentuk karakter, kedisiplinan, serta semangat pengabdian sebagai abdi negara.
Ia juga menegaskan bahwa keikutsertaan dalam program ini bersifat sukarela, bukan kewajiban seperti wajib militer.
”Ini bukan wajib militer, melainkan tumbuh secara sukarela. Kita berharap modal awal kebersamaan ini melahirkan sikap, karakter, dan mental yang baik dari para ASN untuk meningkatkan etos kerja saat mereka kembali ke instansinya masing-masing,” ujar Kabacadnas.
Ke depan, Kemhan RI menargetkan pembentukan sebanyak 4.000 ASN sebagai anggota Komcad sepanjang tahun 2026.
Target ini diharapkan mampu memperkuat cadangan sumber daya manusia pertahanan yang profesional, berintegritas, serta memiliki semangat bela negara, sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi Indonesia Emas di masa mendatang.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]