WahanaNews.co, Jakarta – Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) pimpinan Yorrys Raweyai menyatakan, kehadiran tokoh buruh dapat menjadi kekuatan tambahan bagi Presiden Prabowo Subianto dalam mencari solusi atas berbagai persoalan nasional.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua KSPSI Arnod Sihite terkait Istana memberi sinyal bahwa Presiden Partai Buruh Said Iqbal akan masuk kabinet pemerintahan Prabowo.
Baca Juga:
PHK Ancam Jutaan Pekerja di Industri Tembakau
“Dengan terpilihnya sahabat kami, Said Iqbal, kami mengapresiasi keputusan strategis ini. Penunjukan Said Iqbal sangat tepat di tengah begitu banyak tantangan yang dihadapi bangsa. Kehadiran tokoh-tokoh buruh dalam pemerintahan dapat menjadi kekuatan tambahan untuk membantu Presiden mencari solusi atas berbagai persoalan nasional,” ujar Arnod Sihite.
Menurut Ketua Umum PPMI KSPSI itu, buruh tidak lagi dapat dipandang hanya sebagai kelompok pekerja yang memahami persoalan hubungan industrial semata. Ia menegaskan, banyak tokoh buruh telah berkembang menjadi politisi, akademisi, pengacara, pengamat, hingga tokoh masyarakat yang memiliki pengalaman luas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Arnod mencontohkan sosok Yorrys Raweyai yang dikenal sebagai politisi senior, aktivis, dan tokoh nasional yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPD RI. Selain itu, Jumhur Hidayat juga dipercaya mengemban jabatan di pemerintahan. Sementara Presiden KSPSI AGN, Andi Gani Nena Wea, mendapat amanah sebagai Penasihat Kapolri.
Baca Juga:
Ferri Nuzarli Tinggalkan Partai Buruh, 1,3 Juta Anggota ORI Ikut Mundur
“Masih banyak tokoh buruh yang saat ini mengemban amanah di berbagai lembaga negara. Ini membuktikan bahwa gerakan buruh telah melahirkan banyak kader pemimpin bangsa,” katanya.
Arnod yang juga anggota LKS Tripartit Nasional menegaskan bahwa buruh tidak boleh terus-menerus ditempatkan hanya sebagai objek pembangunan, melainkan harus hadir sebagai subjek pembangunan bangsa yang mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat dan negara.
“Buruh telah teruji sebagai bagian dari kekuatan pergerakan yang melahirkan banyak kader pemimpin. Mereka terbiasa menyuarakan kesejahteraan pekerja, perlindungan rakyat Indonesia, sekaligus memberikan kritik konstruktif demi kemajuan bangsa dan negara,” tegasnya.