Dwikorita karena itu mengatakan pemerintah dan rakyat Indonesia harus mulai waspada karhutla pada Juni hingga September 2023.
"Itu musim kemarau, menjadi kembali seperti 2019, tidak seperti tahun lalu, 2020, atau 2021 itu kemaraunya basah," katanya.
Baca Juga:
Pacitan Diguncang Gempa 64 Magnitudo
Selain karhutla, dia menambahkan, potensi bencana gempa bumi dan tsunami juga masih menghantui Indonesia. Dia bilang, ada tren peningkatan aktivitas kegempaan yang dapat juga memicu terjadinya tsunami dalam tiga tahun terakhir.[zbr]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.