WahanaNews.co | Rendy Rizky Fahrezi (18), sungguh beruntung.
Seorang anak yatim asal Kabupaten Majalengka, Jawa Barat itu akan terbang ke Rusia setelah mendapatkan beasiswa kuliah di salah satu kampus di negara Eropa tersebut.
Baca Juga:
Gelar Customer Gathering, PLN Sumedang Bersinergi Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Ditemui di rumahnya di Desa Burujul Kulon, Kecamatan Jatiwangi, Rendy bercerita jika dapat berkuliah di luar negeri adalah salah satu keinginannya.
Saat ini, siswa yang lulus dari SMAN 1 Jatiwangi itu sedang mempersiapkan diri sebelum berangkat pada September nanti.
"Awalnya kan memang saya bercita-cita menjadi dokter. Terus saya dari kelas 10 sudah mencari-cari beasiswa, baik di Indonesia maupun luar negeri."
Baca Juga:
Majalengka Miliki Desa Wisata yang Masuk Deretan 75 Terbaik se-Indonesia
"Tapi saya pikir, lebih baik cari beasiswa di luar negeri, karena di Indonesia tetap dirasa mahal. Nah lalu saya dapat tuh ada pendaftaran beasiswa ke Rusia melalui website Kementerian Pendidikan Federasi Rusia, kenapa ke Rusia? Karena tidak perlu pakai TOEFL, melainkan bahasa," ujar Rendy, Selasa (19/7/2022).
Sehingga, pada tahun lalu atau tepatnya tanggal 15 September 2021, Rendy resmi mendaftar sebagai salah satu peserta penerima beasiswa ke Rusia.
Dalam tahapannya, anak pertama dari pasangan Usep Saeful (50) dan Betty Nurbaetty (38) itu memenuhi berbagai persyaratan.
Seperti mengisi formulir, biodata, KTP, paspor, piagam penghargaan pendidikan maupun lainnya.
"Termasuk saya harus menulis motivation letter dan proporsional Essay untuk dinilai oleh mereka," ucapnya.
Seiring berjalannya waktu, pada awal tahun 2022 kemarin, Rendy mendapatkan kabar gembira bahwa ia lolos ke tahap berikutnya.
Ia pun harus menjalani tahapan seleksi selanjutnya, yakni wawancara.
"Setelah itu, tanggal 20 Januari 2022, saya mendapatkan email bahwa saya dinyatakan lolos ke tahap berikutnya."
"Dari ribuan yang daftar, peserta yang lolos ke tahap wawancara sekitar 500 orang se-Indonesia."
"Setelah tahap wawancara, Alhamdulillah saya dinyatakan lolos untuk mendapatkan beasiswa kuliah di Rusia yang diberi tahu lewat email kembali pada bulan Maret 2022," jelas dia.
Menurut Rendy, dari ribuan peserta yang mendaftar, hanya ada 261 peserta yang berhak mendapatkan beasiswa itu.
Dari jumlah itu, terbagi dari berbagai jenjang mulai S1 hingga S3.
Adapun, Rendy berhak mendapatkan beasiswa kuliah di Rusia di jurusan kedokteran.
"Se-Indonesia yang diterima itu sebanyak 261 orang untuk kuliah di Rusia, berbagai jenjang dari S1, S2 dan S3."
"Untuk berangkat sendiri, saya masih menunggu Letter of Acceptance atau LoA untuk mengetahui jadwal berangkat dan kampus yang akan menerima saya."
"Sebab, ketika pendaftaran kemarin, saya juga diminta memilih 6 kampus di Rusia. Nah salah satu kampus yang saya pilih, yaitu I.M. Sechenov First Moscow State Medical University," katanya.
Rendy mengungkapkan, motivasinya sendiri untuk berkuliah di jurusan kedokteran salah satunya berasal dari ayahnya.
Di mana, ayahnya dinyatakan meninggal dunia pada bulan Juli 2021 lalu karena Covid-19.
Sehingga, ia bercita-cita memiliki keinginan untuk bisa mengobati seluruh orang yang sedang mengalami sakit.
"Ayah saya berprofesi sebagai wirausaha dengan menjual barang kelontongan, waktu tahun 2021 ayah tidak bisa terselamatkan karena Covid-19. Sehingga, selain memang punya keinginan dari kelas X untuk jadi dokter, keinginan kuatnya juga berasal dari ayah saya."
"Saya berharap, dengan nanti keahlian saya berprofesi sebagai dokter, saya bisa menyembuhkan semua orang," ujarnya. [rsy]