WAHANANEWS.CO - KRL relasi Cikarang-Bekasi akhirnya kembali normal siang ini usai kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, namun insiden tersebut masih menyisakan trauma bagi sebagian penumpang yang kini memilih posisi gerbong lebih aman saat bepergian.
Penumpang bernama Rizuka, seorang wanita pengguna KRL asal Stasiun Cikarang, mengaku kini lebih memilih naik di gerbong bagian tengah setelah kejadian tabrakan tersebut.
Baca Juga:
Infrastruktur PLN Sokong Microsoft di Jabar, ALPERKLINAS: Momentum Transformasi Digital Indonesia
"Kita ambil aman aja, jadi di tengah-tengah ya," ucap Rizuka di Stasiun Cikarang, Kabupaten Bekasi, Rabu (29/4/2026).
Rizuka mengatakan dirinya tetap menggunakan KRL karena tarifnya terjangkau bagi masyarakat, meski mengaku ada rasa trauma usai mengetahui gerbong yang terdampak kecelakaan merupakan gerbong perempuan.
"Karena harganya terjangkau ya buat kita masyarakat bawah. Buat rasa trauma sendiri mungkin ada ya, karena memang gerbong yang kena kan gerbong perempuan. Semoga ke depannya nggak ada lagi kejadian yang kayak gini," jelasnya.
Baca Juga:
ST Burhanuddin Beri Pesan Keras Saat Lantik Kajati: Tak Boleh Kerja Biasa Saja
Sementara itu, penumpang lainnya bernama Siti Ayu mengaku bersyukur operasional KRL kembali normal siang ini, namun tetap merasa sedih dan prihatin atas insiden tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur.
"Alhamdulillah senang ya (KRL operasional lagi). Saya juga turut berbelasungkawa kepada para korban, tentulah ya, sedih, prihatin. Kalau trauma sih nggak, tapi jadi perhatian juga lah ya bagi PT KAI," ungkapnya.
Stasiun Bekasi Timur kembali beroperasi siang ini untuk melayani penumpang KRL relasi Cikarang-Bekasi setelah mendapatkan kepastian clearance jalur dari KNKT.