Salah satu yang menjadi perhatian adalah populasi banteng Jawa yang hingga kini masih hidup bebas di habitat aslinya, sesuatu yang semakin sulit ditemukan di berbagai kawasan lain di Indonesia.
"Saya terus terang ini baru pertama kali saya kesini dan sangat kagum. Ternyata Indonesia punya kekayaan yang luar biasa dari sisi hewan, ternyata kita punya spesies banteng yang masih cukup banyak di sini dan memang mereka hidup liar dan kita melihat cukup kuat," tambahnya.
Baca Juga:
Komisi IV DPR Dorong KKP Prioritaskan Anggaran Konservasi Terumbu Karang
Abdul Kharis menegaskan, keberadaan spesies kunci seperti banteng Jawa, rusa, macan tutul, hingga elang Jawa menjadi indikator penting bahwa keseimbangan ekosistem di kawasan tersebut masih terjaga.
Oleh karena itu, menurutnya, pengelolaan kawasan konservasi harus tetap mengedepankan prinsip pelestarian lingkungan tanpa mengabaikan potensi wisata alam yang dimiliki Alas Purwo.
Ia juga mengingatkan bahwa meningkatnya kunjungan wisatawan ke kawasan konservasi harus diimbangi dengan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku agar tidak mengganggu habitat satwa maupun merusak ekosistem hutan.
Baca Juga:
Nelayan Mulai Terdampak Krisis Energi, Komisi IV DPR Desak Respons Cepat Pemerintah
Menurutnya, seluruh pihak, baik pemerintah, pengelola kawasan, masyarakat, maupun wisatawan, memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian taman nasional.
Komisi IV DPR RI berharap Taman Nasional Alas Purwo dapat terus menjadi benteng pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia sekaligus berkontribusi dalam menjaga keseimbangan lingkungan, ketahanan ekosistem, serta mitigasi perubahan iklim.
Dengan demikian, manfaat kawasan konservasi tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga dapat diwariskan kepada generasi mendatang.