WAHANANEWS.CO, Jakarta - Komisi XI DPR RI memastikan penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di PT Industri Kereta Api (INKA) terus menunjukkan tren peningkatan yang positif.
Hal tersebut terungkap dalam agenda Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XI DPR RI ke fasilitas produksi PT INKA di Madiun, Jawa Timur, pada Jumat (22/5/2026).
Baca Juga:
Obon Tabroni Soroti Disparitas Upah dan Perlindungan Gig Workers dalam RUU Ketenagakerjaan
Dalam kunjungan tersebut, rombongan dewan meninjau langsung proses produksi sarana perkeretaapian sekaligus mengevaluasi perkembangan penggunaan komponen lokal dalam setiap lini produksi PT INKA.
Peningkatan TKDN dinilai menjadi indikator penting dalam memperkuat kemandirian industri transportasi nasional.
"Kami ingin memastikan bahwa TKDN yang digunakan itu sudah progres menaik dari 33 persen menjadi 52 persen," ujar Wakil Ketua Komisi XI, Fauzi Amro dalam kunjungan kerja spesifik ke PT INKA, Madiun, Jawa Timur (22/5/2026).
Baca Juga:
QRIS Semakin Mendunia, DPR Sebut Bukti Sistem Pembayaran Indonesia Kompetitif
Menurutnya, peningkatan penggunaan komponen dalam negeri harus terus dilakukan secara bertahap dan konsisten agar industri manufaktur kereta api nasional semakin kompetitif.
Tidak hanya pada produksi kereta penumpang, namun juga mencakup gerbong barang, moda transportasi perkotaan, hingga komponen pendukung lainnya.
Komisi XI DPR RI juga menilai penguatan TKDN akan memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan industri nasional, mulai dari sektor bahan baku, manufaktur, hingga penyerapan tenaga kerja dalam negeri.
Dengan meningkatnya penggunaan produk lokal, rantai pasok industri perkeretaapian diharapkan semakin kuat dan mampu mengurangi ketergantungan terhadap impor.
"Kami berharap, TKDN yang dilakukan oleh PT Inka untuk memproduksi dari hulu sampai ke hilir kereta api ini mulai dari gerbong, gerbong barang, gerbong penumpang dan seterusnya tadi itu bisa meningkatkan TKDN-nya dari tahun ke tahun," imbuh Politisi Fraksi Partai NasDem itu.
Selain membahas capaian TKDN, Komisi XI DPR RI turut menyoroti efektivitas penggunaan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) yang telah digelontorkan kepada PT INKA.
DPR menegaskan bahwa dana negara tersebut harus dimanfaatkan secara optimal, transparan, dan tepat sasaran guna memperkuat kapasitas produksi perusahaan.
Menurut Fauzi, pengawasan terhadap penggunaan PMN menjadi bagian dari fungsi kontrol Komisi XI DPR RI agar investasi negara benar-benar memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas industri transportasi nasional.
Ia juga menekankan pentingnya konsistensi dalam penggunaan bahan baku lokal guna mendukung produksi berbagai moda transportasi massal di Indonesia.
"Kami berharap uang yang telah diberikan lewat PMN yang memang tupoksinya Komisi XI, kami ingin memastikan terealisasi dengan baik, kandungan TKDN-nya meningkat dari tahun ke tahun, dan kami berharap INKA ke depan bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri seperti LRT Jabodebek, MRT, dan kereta jarak jauh," tutupnya.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]