WAHANANEWS.CO, Jakarta - Sebanyak 21 penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta mengalami gangguan dalam periode 4 hingga 6 Juli 2025.
Hal ini terjadi akibat maraknya aktivitas bermain layang-layang oleh warga di sekitar kawasan bandara, yang mengganggu keselamatan penerbangan.
Baca Juga:
Harga Avtur Rp29.116 per liter, Harga Tiket Pesawat Bakal Naik 50%
Direktur Utama AirNav Indonesia, Capt Avirianto Suratno, mengungkapkan bahwa puluhan pesawat terdampak insiden ini, baik saat hendak mendarat maupun saat akan lepas landas.
"Berdasarkan data yang dihimpun, sepanjang 4-6 Juli 2025, aktivitas penerbangan di Bandara Soetta. Ada 21 pesawat terganggu oleh aktivitas layang-layang," ujar Avirianto, Senin (7/7/2025).
Ia menekankan bahwa AirNav Indonesia telah berulang kali memperingatkan masyarakat untuk tidak menerbangkan layang-layang di sekitar area kritis bandara, terutama pada jalur lintasan pesawat yang sangat rawan terhadap gangguan benda di udara.
Baca Juga:
Bandara Indonesia Masuk 25 Besar Dunia Versi Skytrax, Begini Peringkatnya di Asia
"Kami menyayangkan bahwa hari ini masih saja ada masyarakat yang tidak mengindahkan imbauan. Tetapi nekat menerbangkan layang-layang di area sekitar bandara," lanjutnya.
Dampak dari gangguan ini memaksa pihak pengelola navigasi penerbangan untuk menerbitkan Notice to Airman (Notam) dengan nomor A1912/25.
Isinya menyatakan potensi keterlambatan pada semua pergerakan pesawat menuju dan dari Bandara Soekarno-Hatta.