WAHANANEWS.CO, Jakarta - Jenuh dengan kemacetan horor jalur Puncak atau padatnya pantai saat Lebaran, Ibu Kota Nusantara (IKN) kini tampil sebagai destinasi tak biasa yang mengajak publik menyaksikan langsung masa depan Indonesia yang sedang dibangun.
Libur panjang Lebaran yang biasanya identik dengan kepadatan wisata konvensional kini mendapat alternatif baru melalui kehadiran IKN sebagai destinasi edukatif sekaligus rekreatif.
Baca Juga:
MARTABAT Prabowo-Gibran: Hibah Rp39 Miliar dari AS Bukti Kepercayaan Global pada Visi IKN
Memasuki periode libur nasional 2026, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara telah bersiap menyambut lonjakan kunjungan masyarakat dengan berbagai penataan fasilitas.
Kawasan ini tidak lagi sekadar proyek konstruksi, melainkan telah dilengkapi jalur kunjungan strategis, titik swafoto ikonik, serta layanan pendukung yang membuat pengalaman wisata lebih nyaman dan tertata.
Akses menuju kawasan juga semakin mudah dengan dibukanya jalur fungsional Gerbang Tol menuju IKN.
Baca Juga:
Tinjau IKN, Rini Widyantini Pastikan ASN Siap Tinggal Nyaman dan Bekerja Efisien
“Dengan dibukanya akses secara fungsional Gerbang Tol menuju IKN, kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi masyarakat yang ingin berkunjung,” ujar Juru Bicara Otorita IKN Troy Pantouw, Rabu (18/3/2026).
Upaya ini disebut sebagai bagian dari strategi menjadikan IKN sebagai ruang inklusif yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.
“Seeing is believing, kami ingin publik melihat langsung perkembangan Nusantara dari dekat, kami tunggu kehadiran Anda sekalian,” lanjutnya.
Sejumlah titik di KIPP Nusantara kini dapat diakses pengunjung, mulai dari kawasan peribadatan, area perkantoran, hingga hunian ASN yang memiliki nilai estetika.
Destinasi yang menjadi favorit antara lain Plaza Seremoni, Embung MBH, Glamping IKN, hingga Taman Kusuma Bangsa yang menawarkan latar foto menarik.
Pengunjung juga dapat mengintip kawasan Istana Negara dengan pengaturan kapasitas tertentu demi menjaga kenyamanan.
Terdapat aturan berbusana yang harus dipatuhi saat memasuki area Istana, yakni wajib menggunakan sepatu serta dilarang memakai sandal, celana pendek, kaos oblong, maupun pakaian tanpa lengan.
Untuk mobilitas di dalam kawasan, Otorita IKN menyediakan shuttle bus berbasis listrik yang menghubungkan berbagai titik strategis.
Fasilitas parkir juga telah disiapkan di sejumlah lokasi seperti Bundaran Sumbu Barat, Rusun ASN, hingga area Masjid Negara.
Pengalaman wisata semakin lengkap dengan kehadiran 20 gerai UMKM yang menawarkan beragam produk lokal di sepanjang jalur kunjungan.
Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati hiburan seperti pertunjukan live music, permainan rakyat, hingga penyewaan busana adat untuk kebutuhan swafoto.
Bagi wisatawan yang ingin menghabiskan waktu lebih lama, kawasan IKN kini telah dilengkapi fasilitas kafe, restoran, toko elektronik, hingga hotel dan penginapan.
Fasilitas kesehatan juga disiagakan di titik-titik penting, termasuk rumah sakit di kawasan inti untuk mengantisipasi kondisi darurat.
Keamanan menjadi prioritas utama dengan imbauan kepada pengunjung untuk mengunduh aplikasi IKNOW sebelum tiba di lokasi.
Aplikasi tersebut berfungsi sebagai panduan destinasi sekaligus dilengkapi fitur panic button yang terhubung langsung dengan petugas di lapangan.
“Petugas akan menindaklanjuti laporan tersebut secara cepat,” ujar Troy.
Penggunaan tombol darurat tersebut diimbau hanya dalam kondisi mendesak guna menjaga efektivitas layanan.
Saat ini, layanan darurat telah aktif di area Rest Area IKN dan KIPP.
Sebagai kawasan tertib, pengunjung juga diingatkan untuk tidak merokok sembarangan serta dilarang menerbangkan drone tanpa izin resmi.
Bagi yang ingin mendapatkan informasi lebih dalam, pemandu wisata tersedia di Pusat Informasi Nusantara atau Sentra Masa.
Libur Lebaran tahun ini pun menjadi momentum bagi masyarakat untuk merasakan langsung perkembangan kota masa depan Indonesia.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]