“Kita akan minta data lokasi Sekolah Rakyat. Dari sana bisa dilihat siapa yang sudah memiliki jaringan, siapa yang belum. Komdigi siap bantu memastikan konektivitasnya,” ujar Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Angga Raka Prabowo, saat kunjungan kerja ke Kantor Kementerian Sosial di Jakarta Pusat, Rabu (27/08/2025).
Selain infrastruktur digital, Kemkomdigi juga akan memperkuat komunikasi publik dengan menghadirkan kisah nyata keberhasilan Sekolah Rakyat di berbagai daerah.
Baca Juga:
Kemkomdigi Luncurkan AI Talent Factory, Siapkan Generasi Digital Unggul
“Saya melihat langsung di Bogor, ada anak pemulung yang bisa sekolah di Sekolah Rakyat. Kisah seperti ini harus diketahui publik, karena inilah wajah nyata program Presiden untuk wong cilik,” tuturnya.
Menurut Angga, kehadiran Sekolah Rakyat bukan hanya soal pendidikan, melainkan juga integrasi berbagai program pengentasan kemiskinan.
“Sekolah Rakyat adalah miniatur program integratif. Orang tuanya diberdayakan, rumahnya diperbaiki, masuk ke koperasi desa, anak dan keluarganya mendapat layanan kesehatan. Semua aspek disentuh,” ungkapnya.
Baca Juga:
Pertunjukan "JIWA" Pecahkan Rekor 30.580 Pengunjung, Paviliun Indonesia Jadi Sorotan di Expo 2025 Osaka
Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan, Sekolah Rakyat dibangun atas tiga kunci utama arahan Presiden Prabowo, yakni memuliakan wong cilik, menjangkau yang belum terjangkau, dan memungkinkan yang tidak mungkin.
“Dengan Sekolah Rakyat, mimpi-mimpi mereka terbuka. Mereka yang putus asa kini kembali punya harapan, melahirkan pemungkin-pemungkin baru. Presiden menegaskan agar kita melihat yang tidak tampak, yang grassroot, yang nyaris tidak terdengar,” jelas Mensos.
Untuk memperkuat pelaksanaan program ini, Sekretaris Jenderal Kemkomdigi, Ismail, menambahkan pihaknya juga akan melibatkan ekosistem digital secara luas, termasuk perusahaan rintisan (startup) dan platform digital nasional.