Akibatnya, banjir merendam wilayah di 3 kecamatan dan 7 desa, meliputi Kecamatan Tarumajaya, Cabangbungin, dan Babelan.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bekasi, sedikitnya 1.890 unit rumah terdampak banjir. BPBD setempat bersama unsur kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat bahu-membahu melakukan penanganan darurat di lokasi terdampak guna meminimalkan dampak lanjutan.
Baca Juga:
PLN Tuntaskan Listrik Huntara dalam Waktu Singkat, ALPERKLINAS: Standar Baru Layanan Publik Pascabencana
Banjir juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Bogor pada Senin (12/1/2026) sekitar pukul 08.30 WIB.
Banjir merendam permukiman warga di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi pada Senin (12/1/2026). [Sumber: BPBD Kabupaten Bogor].
Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan aliran sungai meluap serta terjadi penyempitan alur air, sehingga mengakibatkan 40 unit rumah di Desa Pabuaran Mekar, Kecamatan Cibinong, terendam banjir.
Baca Juga:
Jadi Tantangan Besar, PLN Ungkap Kerusakan Kelistrikan Aceh Lebih Masif Dibanding Tsunami 2004
BPBD Kabupaten Bogor bersama unsur TNI, Polri, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta aparat setempat langsung melakukan kaji cepat dan koordinasi penanganan.
Hingga Senin sore, kondisi banjir dilaporkan berangsur surut dan situasi mulai terkendali.
BNPB juga mengingatkan bahwa berdasarkan prakiraan potensi cuaca ekstrem dari instansi terkait, pada periode 13 hingga 15 Januari 2026 sebagian besar wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang dapat disertai angin kencang.