WAHANANEWS.CO, Jakarta - Program Makan Bergizi Gratis kembali disorot setelah Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan mengakui pelaksanaannya masih perlu banyak penyempurnaan.
Evaluasi itu disampaikan Luhut setelah Dewan Ekonomi Nasional menerima paparan dan masukan terkait pelaksanaan program MBG yang kini menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga:
Babak Baru Kasus Edison, KPK Temukan Dugaan Permainan Opini BPK Muara Enim
"Kalau MBG, itu kita sempat evaluasi. Kemarin Wakil Kepala MBG dengan timnya datang ke Dewan Ekonomi. Dan kita memaparkan hasil survei dan usulan-usulan kita," kata Luhut di kantor DEN, Rabu (24/6/2026).
Luhut menjelaskan, salah satu rekomendasi yang disampaikan DEN berkaitan dengan peningkatan efisiensi pelaksanaan program agar berbagai persoalan di lapangan dapat lebih cepat dikenali dan ditangani.
"Kenapa harus semua sekaligus, kan bisa dibikin bertahap. Sehingga sampai kita lebih paham," ujarnya.
Baca Juga:
Korban Gempa Venezuela Tembus 164 Orang, La Guaira Jadi Wilayah Paling Parah
Menurut Luhut, pelaksanaan MBG sebenarnya dapat dilakukan secara bertahap agar pemerintah memiliki ruang lebih besar untuk membaca tantangan, memperbaiki teknis pelaksanaan, dan memastikan program berjalan lebih matang.
Meski masih memerlukan pembenahan, Luhut tetap optimistis program MBG akan menunjukkan hasil yang lebih baik dalam enam bulan hingga satu tahun ke depan.
Ia menilai program tersebut memiliki dampak ekonomi besar karena tidak hanya menyasar pemenuhan gizi, tetapi juga mendorong pemerataan pendapatan dan menggerakkan ekonomi daerah.
"Karena itu kan pemerataan sebenarnya. Jadi Rp1 triliun per hari turun ke bawah itu dampaknya besar," katanya.
Luhut menilai aliran anggaran MBG ke daerah dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat bawah apabila tata kelola dan pelaksanaannya terus diperbaiki secara konsisten.
Ia juga tidak menampik bahwa sejumlah persoalan yang muncul pada tahap awal pelaksanaan MBG berkaitan dengan ritme implementasi yang berjalan sangat cepat.
"Hanya kemarin mungkin agak kita terlalu sedikit buru-buru. Sehingga banyak yang masalah di sini," ujarnya.
Meski begitu, Luhut menegaskan pemerintah telah menangani berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan program tersebut.
Ia meminta polemik terkait MBG tidak dibesar-besarkan selama pemerintah terus melakukan evaluasi dan perbaikan di lapangan.
"Kan sudah diselesaikan baik-baik juga semua," kata Luhut.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]