WAHANANEWS.CO - Gelombang kedua bantuan internasional dari Malaysia menggempur Aceh dengan kecepatan darurat pada Rabu malam (10/12/2025) berupa obat-obatan, pakaian, cokelat hingga tenaga medis yang langsung mendarat untuk korban banjir dan longsor.
Gubernur Aceh Muzakir Manaf mengatakan tiga ton bantuan itu sudah tiba dan siap disalurkan ke daerah yang membutuhkan dalam bentuk dua ton obat-obatan serta satu ton cokelat dan pakaian anak-anak.
Baca Juga:
Pascabanjir, FPRB Aceh Tamiang Desak Pemerintah Pusat Jalankan Program Padat Karya Bersihkan Lingkungan
"Sudah sampai bantuan dari Kuala Lumpur, yaitu 3 ton untuk kita bagi-bagikan ke beberapa kabupaten/kota bersama dokter dan perawat, obat-obatan 2 ton, 1 ton coklat dan pakaian untuk anak-anak," kata Mualem dalam jumpa pers di Meuligoe Gubernur Aceh pada Rabu malam (10/12/2025).
Mualem menyebut para pengungsi kini sangat membutuhkan suplai obat karena mulai terserang penyakit kulit, gatal-gatal, ISPA hingga demam.
"Ini saya rasa paling banyak membutuhkan obat-obatan, apalagi sekarang masyarakat kita sudah terdampak," ujarnya.
Baca Juga:
Fondasi Pemulihan Korban Banjir, PLN Gratiskan Listrik Huntara 6 Bulan
Ia menegaskan bahwa sebelumnya dirinya telah memberi lampu hijau bagi bantuan luar negeri yang ingin masuk Aceh untuk membantu penanganan banjir dan longsor.
Mualem menambahkan bahwa tidak ada masalah dengan niat bantuan dari luar negeri selama tujuan utamanya adalah membantu.
"Saya rasa tidak ada larangan, sah-sah saja, tidak ada masalah," kata Mualem usai rapat percepatan penanganan bencana Sumatra di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar pada Minggu (7/12/2025).
Ia memastikan relawan maupun bantuan luar negeri yang tiba di Aceh tidak akan dipersulit dalam proses distribusinya.
"Mereka tolong kita, kok kita persulit?," katanya.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]