WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pencarian titik terang kecelakaan pesawat ATR 42-500 akhirnya muncul setelah Tim SAR menemukan benda yang diduga kuat sebagai black box di lokasi jatuhnya pesawat di Sulawesi Selatan, Rabu (21/1/2026).
Benda yang diduga merupakan black box pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026) siang tersebut ditemukan di area kecelakaan di wilayah Maros oleh Tim SAR gabungan.
Baca Juga:
Titik Jatuh ATR 42-500 Diketahui, TNI AU Turunkan Korpasgat dengan Caracal
“Kita berhasil menemukan black box dan alhamdulillah sekarang sudah bisa kita lepas dari dudukannya dan sedang proses turun menuju posko di Desa Tompobulu,” kata Asisten Operasi Kodam XIV/Hasanuddin Kolonel Inf Dody Priyo Hadi dikutip dari KompasTV, Rabu (21/1/2026).
Dody menjelaskan bahwa temuan tersebut diperoleh setelah tim gabungan berhasil menembus medan berat menuju titik jatuhnya pesawat.
Benda yang diduga sebagai black box itu ditemukan berada di dalam potongan pesawat yang mengalami kerusakan parah.
Baca Juga:
Terjebak Kabut dan Medan Terjal, Tim SAR Menginap di Lokasi Jenazah Korban ATR 42-500
“Ada di dalam potongan ekor pesawat,” ujar Dody.
Ia menyebutkan bahwa identifikasi awal dilakukan secara visual oleh tim di lapangan meskipun proses menuju lokasi membutuhkan waktu karena kondisi geografis yang ekstrem.
Sebelum temuan tersebut, Tim SAR gabungan lebih dahulu melakukan evakuasi korban dari lokasi kejadian ke posko aju di Desa Tompobulu.
Pada Selasa (20/1/2026), satu kantong jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 berhasil dievakuasi dan selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk proses identifikasi.
Setelah melakukan analisis situasi dan rapat koordinasi lintas instansi, Tim SAR gabungan dari berbagai unsur kemudian difokuskan untuk menangani pencarian bagian penting pesawat.
Tim berhasil mencapai lokasi pada pagi hari dan melakukan pengecekan langsung terhadap potongan ekor pesawat yang diduga menjadi tempat terpasangnya black box.
“Tim sudah bisa menuju lokasi dan mengecek potongan ekor pesawat tersebut,” kata Dody.
Ia menambahkan bahwa berdasarkan pantauan awal, posisi benda yang diduga black box masih berada pada dudukannya di bagian ekor pesawat.
Temuan tersebut selanjutnya akan melalui proses verifikasi lebih lanjut oleh pihak berwenang.
“Kami memang masih menduga benda ini adalah black box, tetapi kami akan menyerahkannya kepada tim KNKT untuk memastikan,” ujar Dody.
Menurut Dody, dugaan sementara itu diperkuat oleh bentuk fisik benda serta rekaman video yang dikirimkan tim lapangan.
“Berdasarkan bentuk fisik dan video yang kami terima, kami sementara ini menyimpulkan itu adalah black box,” kata Dody.
Ia juga mengungkapkan bahwa benda tersebut ditemukan dalam kondisi relatif utuh sehingga diharapkan dapat membantu mengungkap penyebab kecelakaan pesawat ATR 42-500.
Kepastian mengenai status benda tersebut sebagai black box pesawat akan diumumkan setelah pemeriksaan resmi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]