WAHANANEWS.CO, Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, melakukan pertemuan dengan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi, guna membahas penguatan kerja sama antara kedua lembaga dalam mendorong pemberdayaan perempuan di berbagai sektor.
Kolaborasi ini difokuskan pada penguatan peran perempuan dalam bidang ekonomi, peningkatan kesejahteraan, serta upaya pelestarian lingkungan hidup melalui integrasi nilai-nilai Pancasila dalam berbagai program pembangunan nasional.
Baca Juga:
Koperasi Merah Putih Jadi Instrumen Strategis Penguatan Keluarga dan Perlindungan Anak
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antarlembaga negara dalam menghadirkan kebijakan yang lebih inklusif dan berkeadilan.
Pemerintah menilai bahwa pengarusutamaan nilai-nilai Pancasila dalam kebijakan pembangunan dapat menjadi fondasi penting untuk mendorong terciptanya masyarakat yang setara, adil, dan berkelanjutan.
Pada kesempatan tersebut, Menteri PPPA menyoroti bahwa kesenjangan dan diskriminasi berbasis gender masih menjadi persoalan yang ditemukan di berbagai sektor pembangunan.
Baca Juga:
Program Percontohan Caregiver Resmi Dimulai, Indonesia Siapkan PMI Perempuan Berstandar Internasional
Hal ini menunjukkan bahwa perjuangan untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan bagi perempuan masih menghadapi tantangan yang tidak sedikit dan membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun dunia usaha.
“Masih terdapat kesenjangan dan diskriminasi berbasis gender di berbagai sektor pembangunan. Oleh karena itu, pemberdayaan perempuan menjadi langkah strategis untuk membangun kesadaran kritis, memperkuat kepercayaan diri, serta meningkatkan kapasitas perempuan agar mampu berpartisipasi secara aktif dan memperoleh manfaat yang setara dalam pembangunan,” ujar Menteri PPPA.
Lebih lanjut, Menteri PPPA menjelaskan bahwa penguatan peran perempuan merupakan salah satu kunci dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.