WAHANANEWS.CO, Jakarta - Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya menilai target lifting minyak sebesar 610 ribu barel per hari dan lifting gas mencapai 950 ribu barel setara minyak per hari yang ditetapkan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027 merupakan angka yang realistis dan dapat dicapai (achievable).
Menurut Patijaya, target tersebut tidak hanya berkaitan dengan pencapaian indikator sektor energi, tetapi juga menjadi bagian penting dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan serta kemandirian energi nasional.
Baca Juga:
DPR Soroti Ancaman Kebakaran TPA di Tengah Perubahan Iklim, Desak Percepatan Reformasi Pengelolaan Sampah
Terlebih, target tersebut disusun bertepatan dengan momentum 81 tahun Indonesia merdeka.
Dikutip dari situs resmi DPR RI, Senin (17/08/2026), Ia menjelaskan bahwa target lifting minyak sebesar 610 ribu barel per hari masih berada dalam batas yang memungkinkan untuk direalisasikan.
Hal itu, menurutnya, dapat dilihat dari perkembangan produksi minyak Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, termasuk capaian pada 2025 yang menunjukkan adanya peningkatan produksi hingga melampaui target yang telah ditetapkan dalam APBN.
Baca Juga:
Kompor Listrik Dinilai Lebih Efisien, DPR Dukung Alokasi Rp815 Miliar dalam RAPBN 2027
“Target 610 ini menurut saya realistis dan achievable. Jadi mudah-mudahan ini dapat tercapai,” ujar Patijaya.
Meski demikian, Patijaya mengakui bahwa peningkatan lifting minyak bukan tanpa tantangan.
Salah satu persoalan yang perlu menjadi perhatian adalah natural decline atau penurunan produksi secara alami yang terjadi pada sejumlah lapangan migas yang telah lama berproduksi.