WAHANANEWS.CO, Jakarta - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan bahwa keluarga memegang peranan sentral sebagai fondasi utama dalam pembentukan pendidikan karakter bangsa.
Menurutnya, keluarga menjadi lingkungan pertama bagi anak untuk belajar nilai-nilai kehidupan, menanamkan kebiasaan positif, serta membangun sikap toleransi sejak usia dini.
Baca Juga:
Kemenbud Luncurkan 11 Jilid Buku Sejarah Indonesia Versi Terbaru
“Keluarga merupakan institusi yang sangat penting dimana anak-anak mendapatkan pendidikan dan kewarisan nilai-nilai yang utama. Di dalamnya kita membentuk bagaimana agar mereka menjadi generasi yang berkarakter utama melalui kebiasaan-kebiasaan yang baik,” kata Mu’ti dalam sambutannya pada acara Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang digelar di Plaza Insan Berprestasi Kemendikdasmen, Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Mu'ti menjelaskan, tema Natal 2025 yang mengangkat penyelamatan keluarga dinilai sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Ia menilai, keluarga dapat menjadi basis yang kuat dalam membangun kehidupan sosial yang damai, harmonis, serta menciptakan tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara yang rukun.
Baca Juga:
Wamen Fajar Tegaskan ARPS sebagai Gerakan Moral Bersama Cegah Anak Putus Sekolah
Lebih lanjut, Mu'ti menekankan bahwa upaya mencetak generasi yang tangguh dan berdaya saing harus dimulai dari lingkungan keluarga.
“Kita membangun generasi yang kuat, hebat, dan unggul, sebagaimana astacita yang ke empat, Bapak Presiden Prabowo,” ucapnya.
Sebagai bentuk komitmen, Mu'ti menyampaikan bahwa kementeriannya terus berupaya memperkuat empat ekosistem pendidikan.
Keempat ekosistem tersebut meliputi pendidikan berbasis sekolah, pendidikan berbasis keluarga, pendidikan berbasis masyarakat, serta pendidikan yang disalurkan melalui media massa sebagai sarana pendukung pembelajaran.
Sejalan dengan pernyataan tersebut, Menteri Kebudayaan Fadli Zon turut menegaskan bahwa keluarga meskipun merupakan unit terkecil dalam masyarakat, memiliki peran yang sangat vital dan harus dijaga keberlangsungannya.
Ia menilai, keluarga menjadi penopang utama dalam melahirkan generasi muda yang siap melanjutkan estafet kepemimpinan nasional.
“Keluarga inilah yang akan menjamin generasi muda kita untuk maju. Serta bisa meneruskan kepemimpinan di negara kita tercinta,” katanya.
Fadli Zon juga mengingatkan pentingnya menjaga keberagaman Indonesia dalam bingkai persatuan.
Menurutnya, perbedaan latar belakang budaya, agama, dan suku justru menjadi kekuatan bangsa apabila dirawat dengan semangat kebersamaan dan toleransi.
Kegiatan Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 ini diselenggarakan secara kolaboratif oleh tiga kementerian, yakni Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiksaintek), serta Kementerian Kebudayaan.
Acara tersebut diinisiasi oleh Forum Kerukunan Umat Kristiani Korpri di lingkungan ketiga kementerian sebagai wujud komitmen mempererat persatuan dan kebersamaan lintas kementerian.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]