Tren ini menunjukkan bahwa wisatawan, terutama mancanegara, kini tidak hanya mencari destinasi, tetapi juga pengalaman budaya yang autentik.
Oleh karena itu, ruang-ruang kreatif yang mampu menghadirkan budaya secara hidup dinilai memiliki peran penting dalam meningkatkan daya tarik destinasi wisata.
Baca Juga:
Pemerintah Salurkan BSPS 2026, 19 Rumah di Humbang Hasundutan Siap Diperbaiki
Kalangan Widya Mahardika V sendiri merupakan edisi kelima dari rangkaian kegiatan seni yang diselenggarakan oleh ISI Bali.
Kegiatan ini mempertemukan mahasiswa, dosen, serta praktisi seni dalam satu wadah kolaborasi kreatif yang berlangsung selama satu pekan.
Acara ini juga menjadi bagian dari Sadhamasa Widya Mahardika atau Bulan Pendidikan di lingkungan ISI Bali.
Baca Juga:
Program SUGT 2026 Resmi Dibuka, Pemerintah Perkuat Ekosistem Pendidikan Menuju Indonesia Emas
Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah pagelaran kolosal intermedium bertema “Kirtya–Jnana–Kawya”.
Pertunjukan tersebut merupakan karya kolaboratif antara mahasiswa dan dosen yang memadukan berbagai elemen seni, seperti tari, pertunjukan cahaya, teknologi elektrik, animasi, hingga iringan gamelan dan musik orkestra.
Selain pertunjukan seni, kegiatan ini juga menghadirkan pameran bertajuk Pharama Paraga.