Pameran ini merupakan retrospektif perjalanan 20 tahun karya seni lukis kontemporer Prof. Wayan Kun Adnyana.
Sebanyak 88 karya ditampilkan dalam pameran tersebut, yang menggambarkan evolusi artistik sang seniman, mulai dari karya figuratif metaforis hingga eksplorasi bentuk abstrak.
Baca Juga:
Pemerintah Salurkan BSPS 2026, 19 Rumah di Humbang Hasundutan Siap Diperbaiki
Pameran ini dikurasi oleh Jeon Dongsu, Warih Wisatsana, dan Alaida Niwaya, serta berlangsung mulai 25 Maret hingga Mei 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Menpar Widiyanti juga menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman antara Politeknik Pariwisata Bali dan ISI Bali.
Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Baca Juga:
Program SUGT 2026 Resmi Dibuka, Pemerintah Perkuat Ekosistem Pendidikan Menuju Indonesia Emas
Menpar berharap kolaborasi ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata Indonesia.
“Pariwisata sangat erat hubungannya dengan kebudayaan. Karena itu, kolaborasi seperti ini menjadi sangat penting untuk memperkuat kualitas SDM pariwisata nasional,” katanya.
Sementara itu, Rektor ISI Bali, I Wayan Adnyana, menjelaskan filosofi dari nama kegiatan tersebut.