Pameran ini merupakan retrospektif perjalanan 20 tahun karya seni lukis kontemporer Prof. Wayan Kun Adnyana.
Sebanyak 88 karya ditampilkan dalam pameran tersebut, yang menggambarkan evolusi artistik sang seniman, mulai dari karya figuratif metaforis hingga eksplorasi bentuk abstrak.
Baca Juga:
Wamen LH Puji Pengelolaan Sampah Berbasis Warga di RW 09 Meruya Utara
Pameran ini dikurasi oleh Jeon Dongsu, Warih Wisatsana, dan Alaida Niwaya, serta berlangsung mulai 25 Maret hingga Mei 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Menpar Widiyanti juga menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman antara Politeknik Pariwisata Bali dan ISI Bali.
Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Baca Juga:
Perbaiki Jalan Pertanian, Warga Apresiasi Pemdes Sitinjo II Dairi
Menpar berharap kolaborasi ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata Indonesia.
“Pariwisata sangat erat hubungannya dengan kebudayaan. Karena itu, kolaborasi seperti ini menjadi sangat penting untuk memperkuat kualitas SDM pariwisata nasional,” katanya.
Sementara itu, Rektor ISI Bali, I Wayan Adnyana, menjelaskan filosofi dari nama kegiatan tersebut.