WAHANANEWS.CO, Jakarta - Wacana pemotongan gaji menteri menuai sorotan setelah mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla melontarkan kritik tajam dengan menilai besaran gaji menteri saat ini justru sudah relatif kecil dibandingkan pejabat lain.
Pernyataan tersebut disampaikan Jusuf Kalla saat ditemui di Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta Selatan, Sabtu (21/3/2026).
Baca Juga:
Enam Tahun Inkrah, Terpidana Fitnah Jusuf Kalla Masih Diburu Kejagung
Ia mengungkapkan bahwa gaji pokok menteri hanya berkisar Rp19 juta per bulan, angka yang menurutnya jauh lebih rendah dibandingkan gaji direktur utama BUMN.
“Kalau dipotong lagi, akhirnya jauh lebih tinggi gajinya Dirut BUMN daripada gaji menteri,” ungkapnya.
Menurut Kalla, jika kebijakan pemotongan tetap dilakukan, kesenjangan antara pejabat negara akan semakin lebar.
Baca Juga:
Silfester Belum Dieksekusi, Kejaksaan Intensifkan Pencarian
Ia juga menyoroti bahwa anggota DPR memiliki penghasilan yang lebih tinggi dibandingkan para menteri.
“Jadi kalau dipotong lagi tinggal berapa untuk menteri? DPR pun jauh lebih tinggi, itu cuma untuk mengetahui saja,” jelasnya.
Pandangan tersebut dinilai sebagai ajakan untuk melihat kembali keseimbangan antara tanggung jawab jabatan dan kompensasi yang diterima.