WAHANANEWS.CO - Pemerintah memastikan akan segera melakukan pembenahan menyeluruh terhadap tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul berbagai evaluasi yang muncul dalam pelaksanaannya, namun program tersebut dipastikan tetap berjalan untuk menjangkau jutaan penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah bersama kementerian dan lembaga terkait telah menyepakati perlunya penataan ulang terhadap sejumlah aspek dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Baca Juga:
Ketegangan Memuncak, AS dan Iran Saling Klaim soal Status Selat Hormuz
“Tadi kan juga udah disampaikan Pak Menko ya. Jadi memang kita menyepakati bersama-sama bahwa kita butuh penataan menyeluruh dari program MBG ini. Kalau bicaranya waktu tentu secepat-cepatnya,” kata Prasetyo usai rapat di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2026).
Menurut Prasetyo, terdapat sejumlah klaster permasalahan yang perlu dibenahi agar program berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Salah satu fokus utama evaluasi adalah penataan ulang penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis, termasuk percepatan penyaluran manfaat kepada masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Baca Juga:
Sindikat Curanmor di Jakarta Pusat Dibongkar, Tiga Pelaku Ditangkap dan Satu Buron
“Nah, ada klaster-klaster yang memang harus kita tata ulang, kita benahi. Termasuk tadi ada satu permohonan yang menurut kami juga bagus untuk kita segera prioritaskan juga di daerah yang 3T untuk bisa secepatnya saudara-saudara kita mendapatkan manfaat dari program Makan Bergizi Gratis ini,” ujarnya.
Prasetyo juga mengungkapkan adanya peningkatan signifikan jumlah penerima manfaat dalam dua pekan terakhir, khususnya pada kelompok prioritas yang disebut sebagai 3B.
Kelompok tersebut meliputi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita berusia di bawah lima tahun yang kini semakin banyak menerima manfaat dari program pemerintah tersebut.
“Termasuk juga ada peningkatan yang signifikan dalam dua minggu ini berkenaan dengan penerima manfaat untuk istilahnya 3B. Untuk ibu hamil, kemudian ibu yang menyusui, dan balita di bawah lima tahun,” katanya.
Meski proses evaluasi dan pembenahan sedang dilakukan, pemerintah menegaskan Program Makan Bergizi Gratis tidak akan dihentikan dan tetap berjalan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.
Prasetyo menyebut sebagian besar pelaksanaan program saat ini masih berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
“Jadi yang… sebagian besar kan berjalan sesuai dengan mekanisme dan SOP yang sudah ditetapkan, jadi itu jalan terus,” ujarnya.
Pemerintah berharap proses penataan ulang dapat segera diselesaikan sehingga manfaat Program Makan Bergizi Gratis dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat yang membutuhkan.
“Jadi mohon dukungannya, mohon bersabarnya untuk kita kerja keras kita tata ulang semua,” pungkasnya.
[Redaksi: Rinrin Khaltarina]