WAHANANEWS.CO - Warga Jakarta kini bisa memantau banjir sampai tingkat RT langsung dari genggaman, cukup lewat satu aplikasi resmi milik Pemprov DKI.
Aplikasi JAKI menyediakan fitur Pantau Banjir yang memungkinkan masyarakat mengecek informasi banjir secara real time hingga level RT sebagai langkah kesiapsiagaan, Jakarta, –.
Baca Juga:
Sudin Perhubungan Jakarta Selatan Tertibkan 112 Juru Parkir Liar Sepanjang 2024
Informasi ini dibagikan melalui akun Instagram resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (@dkijakarta) sebagai panduan bagi warga untuk memanfaatkan layanan digital kebencanaan.
Untuk mengakses fitur tersebut, masyarakat diminta mengunduh aplikasi JAKI di ponsel masing-masing.
Setelah aplikasi terpasang, pengguna dapat membuka aplikasi JAKI lalu masuk ke menu Beranda.
Baca Juga:
Informasi WhatsApp dan JAKI Bantu Warga Kampung Melayu Siaga Hadapi Banjir Ciliwung
Dari Beranda, pengguna memilih menu Pantau Banjir untuk melihat informasi kebencanaan.
Selanjutnya, klik menu Info Banjir hingga muncul peta banjir berbasis RT.
Melalui peta tersebut, pengguna dapat mengetahui jumlah RT terdampak, daftar wilayah, luas genangan, serta tinggi muka air di tiap RT.
Tak hanya itu, fitur Pantau Banjir juga menyediakan data pendukung lain terkait kondisi kebanjiran di Jakarta.
Informasi pintu air dapat diakses lengkap dengan lokasi, ketinggian air, dan status siaga masing-masing pintu air.
Data pos pengamatan juga tersedia, mencakup lokasi, ketinggian air, dan status siaga di setiap titik pantau.
Selain itu, masyarakat bisa memantau pompa air, mulai dari lokasi, jumlah pompa, hingga status operasionalnya.
Sebagai pelengkap informasi, BPBD DKI Jakarta melalui akun Instagram @bpbddkijakarta juga membagikan panduan mitigasi banjir sebelum, saat, dan sesudah kejadian.
Sebelum banjir, masyarakat diimbau mengenali wilayah rawan, rutin mengecek potensi banjir lewat fitur Pantau Banjir JAKI, serta memperhatikan notifikasi peringatan dini.
BPBD juga menyarankan memastikan saluran air tidak tersumbat, menyimpan dokumen penting di tempat tinggi, menyiapkan salinan digital dokumen, dan membawa tas darurat berisi kebutuhan esensial.
Saat banjir, warga diminta tetap tenang, mengutamakan keselamatan diri dan lingkungan sekitar, serta mematikan jaringan listrik.
Masyarakat juga diminta menghindari arus air, melaporkan kondisi banjir melalui fitur Laporan Warga di aplikasi JAKI, dan mengikuti arahan evakuasi dari petugas resmi.
Sesudah banjir, warga diimbau kembali ke rumah hanya setelah dinyatakan aman oleh pihak berwenang.
Penggunaan alas kaki dianjurkan untuk menghindari benda tajam, serta membersihkan lumpur dan mensterilkan rumah.
Instalasi listrik perlu diperiksa sebelum digunakan kembali, dan kerusakan fasilitas umum dapat dilaporkan melalui aplikasi JAKI.
BPBD menegaskan kesiapsiagaan menjadi kunci dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi dan cuaca ekstrem.
Beberapa langkah siaga yang disarankan antara lain menyiapkan payung atau jas hujan, memantau tinggi muka air, memperbarui informasi banjir, serta segera menghubungi 112 dalam kondisi darurat.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]