WAHANANEWS.CO, Jakarta - Banjir bandang yang menerjang kawasan Pasar Simpang Tiga, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, pada November 2025 lalu meninggalkan dampak kerusakan yang cukup parah.
Selain merusak bangunan pasar, peristiwa tersebut juga mengubah kondisi fisik sungai di sekitar lokasi.
Baca Juga:
BNPB Pastikan Penanganan Cepat Korban Banjir dan Puting Beliung di Deli Serdang
Sejumlah kios tampak tergerus arus, sementara bantaran sungai runtuh dan memperlihatkan tingginya tingkat kerawanan bencana di kawasan tersebut.
Menyikapi kondisi ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendorong agar proses pemulihan dilakukan dengan mengutamakan prinsip mitigasi risiko, termasuk opsi relokasi pasar ke lokasi yang lebih aman.
Banjir bandang dipicu oleh meningkatnya debit sungai kecil di bagian belakang pasar secara tiba-tiba.
Baca Juga:
Mengejutkan, Indonesia Ternyata Negara Ketiga dengan Risiko Bencana Tertinggi
kondisi kerusakan infrastruktur umum Pasar Simpang Tiga, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, Jumat (30/1/2026).
Aliran air berenergi tinggi membawa material batu, kayu, dan lumpur yang menghantam bantaran sungai serta menggerus pondasi bangunan pasar.
Fenomena hidrometeorologi ekstrem ini menyebabkan sebagian besar kios mengalami kerusakan berat dan tidak lagi layak untuk difungsikan sebagai pusat aktivitas perdagangan.