“Kami akan berkoordinasi dengan Kementerian UMKM dan Kementerian Perdagangan untuk merumuskan solusi permanen. Dari hasil asesmen, Pasar Simpang Tiga sangat berisiko jika dibangun kembali di lokasi eksisting karena berada di jalur aliran sungai,” tegas Deputi BNPB.
Dalam rangka pemulihan kehidupan masyarakat terdampak, Deputi BNPB juga meninjau progres pembangunan hunian sementara (huntara) di Kampung Wonosobo, Kecamatan Wih Pesam.
Baca Juga:
BNPB Catat Rangkaian Bencana di Sejumlah Daerah, Longsor dan Banjir Dominasi Kejadian
Di lokasi tersebut, tengah dibangun sebanyak 162 unit huntara tipe komunal. Hingga saat ini, 32 unit telah rampung, sementara unit lainnya masih dalam tahap penyelesaian.
BNPB mendorong percepatan pembangunan huntara agar dapat diselesaikan sebelum bulan Ramadan 2026, sehingga masyarakat terdampak memiliki tempat tinggal yang layak, aman, dan mendukung proses rehabilitasi serta rekonstruksi pascabencana.
“Kami berharap pembangunan huntara ini dapat selesai sebelum Ramadan. Apabila masih terdapat kebutuhan tambahan dalam proses pemulihan, agar segera diajukan kepada BNPB,” ujar Deputi BNPB.
Baca Juga:
Dana Tunggu Hunian Disalurkan, Pemerintah Percepat Pembangunan Huntara di Lhokseumawe
Selain di Bener Meriah, BNPB juga meninjau kesiapan hunian sementara di Desa Serempah, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah.
Sebanyak 252 unit huntara di Kecamatan Ketol telah selesai dibangun dan siap diserahterimakan kepada masyarakat terdampak bencana.
Di lokasi tersebut telah berdiri 123 unit huntara. Secara keseluruhan, sebanyak 252 unit huntara di Kecamatan Ketol telah selesai dibangun dan siap diserahterimakan kepada masyarakat terdampak bencana.