WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pasar Kuala Simpang yang selama puluhan tahun menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat Aceh Tamiang sempat lumpuh akibat banjir besar yang terjadi pada akhir November 2025.
Genangan air bercampur lumpur dan tumpukan sampah menutup hampir seluruh area pasar, memaksa aktivitas jual beli terhenti sementara waktu.
Baca Juga:
PLN Gandeng Pemda dan Aparat Buka Akses, Listrik Aceh Tengah Berangsur Normal
Pasca banjir, aparat TNI bersama relawan dan warga setempat bergerak cepat melakukan pembersihan.
Mereka bergotong royong mengangkut lumpur serta membuka kembali akses jalan di sekitar pasar agar roda perekonomian masyarakat dapat segera berputar kembali.
Memasuki dua pekan setelah bencana, Pasar Kuala Simpang yang telah berdiri sejak 1982 mulai menunjukkan geliat kehidupan.
Baca Juga:
BNPB Targetkan Huntara di Kabupaten Agam Rampung Sebelum Ramadhan
Memasuki dua pekan setelah bencana, aktivitas pasar di Pasar Kuala Simpang yang telah berdiri sejak 1982 semakin ramai.
Hingga Senin, 12 Januari 2026, aktivitas pasar terpantau semakin ramai. Para pedagang dan pembeli kembali memadati lapak-lapak, meskipun sejumlah sudut pasar masih menyisakan bekas banjir dan proses pemulihan terus berlangsung.
Berbagai kebutuhan pokok masyarakat seperti sembako, sayuran, buah-buahan, hingga pakaian kini kembali tersedia.
Harga barang kebutuhan sehari-hari terpantau relatif stabil dan normal. Kondisi ini diharapkan dapat membantu memulihkan daya beli warga yang sebelumnya terdampak langsung oleh bencana banjir.
Sebagian besar pedagang yang kembali berjualan merupakan korban banjir itu sendiri.
Namun, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan semangat mereka untuk bangkit dan kembali menggerakkan perekonomian lokal.
Menariknya, pasokan sejumlah komoditas sayuran, termasuk cabai, didatangkan dari Takengon. Daerah tersebut juga tengah menjalani proses pemulihan pascabencana.
Memasuki dua pekan setelah bencana, aktivitas pasar di Pasar Kuala Simpang yang telah berdiri sejak 1982 semakin ramai.
Permintaan pasar yang terus berjalan diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian warga di wilayah pemasok.
Selain kebutuhan pokok, ketersediaan daging dan ikan segar juga mulai terpenuhi. Komoditas tersebut dijual di blok belakang pasar yang kini telah dibersihkan dan ditata agar tetap aman serta nyaman bagi pedagang dan pembeli.
Sementara proses pembersihan di bagian dalam pasar masih dilakukan, sebagian pedagang memilih membuka lapak di area luar pasar.
Pemerintah setempat berencana melakukan penataan ulang setelah seluruh proses pemulihan rampung, sehingga Pasar Kuala Simpang dapat kembali berfungsi secara optimal sebagai pusat ekonomi masyarakat Aceh Tamiang.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]