WAHANANEWS.CO, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan laporan terbaru terkait perkembangan penanganan darurat sekaligus pemulihan bencana hidrometeorologi basah yang melanda Provinsi Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara hingga Senin (2/2/2026).
Penanganan dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan dengan melibatkan berbagai unsur lintas sektor untuk menjamin keselamatan warga terdampak serta mempercepat peralihan dari masa tanggap darurat menuju tahap pemulihan awal.
Baca Juga:
BNPB Pantau Serangkaian Bencana di Berbagai Daerah, Banjir dan Longsor Dominasi Awal Februari 2026
Berdasarkan data terkini, tercatat adanya penambahan jumlah korban meninggal dunia. Hingga saat ini, total korban meninggal dunia mencapai 1.204 jiwa.
Selain itu, sebanyak 140 orang dilaporkan masih hilang, sementara jumlah warga yang mengungsi akibat bencana tersebut mencapai 105.842 jiwa dan tersebar di berbagai titik pengungsian.
Sejalan dengan itu, BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait terus mengintensifkan berbagai langkah percepatan pemulihan, antara lain pembangunan hunian sementara (huntara), pembukaan dan pembersihan akses jalan serta jembatan, hingga penataan kembali kawasan permukiman terdampak.
Baca Juga:
Tim DVI Identifikasi 57 Jenazah Korban Longsor Bandung Barat, Pencarian Masih Berlanjut
Kondisi progres pembangungan hunian sementara bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi di Provinsi Sumatra Utara pada Jumat (23/1/2026).
Seluruh kegiatan tersebut dilaksanakan oleh tim gabungan yang terdiri dari BNPB, pemerintah daerah, TNI, Polri, serta kementerian dan lembaga terkait lainnya.
Dari sisi pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, BNPB mencatat bahwa sejak 29 November 2025 hingga 27 Januari 2026, total bantuan logistik yang berhasil disalurkan kepada warga terdampak mencapai 1.767,07 ton.