Personil BNPB melakukan asesmen di wilayah terdampak pergerakan tanah di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal pada Minggu (8/2/2026).
Para pengungsi saat ini tersebar dan terpusat di delapan titik pengungsian, yakni Majlis Az Zikir wa Rotibain, Majelis & Dukuh Pengasinan, SD Negeri 2 Padasari, Dukuh Lebak RW 05, Gedung Serbaguna Desa Penujah, Pondok Pesantren Dawuhan Padasari, Dukuh Tengah Desa Tamansari, serta Desa Mokaha di Kecamatan Jatinegara.
Baca Juga:
Banjir dan Cuaca Ekstrem Landa Lampung hingga Jawa Tengah
BNPB bersama unsur terkait telah bersiaga di lokasi terdampak untuk mendampingi pemerintah daerah setempat.
Beberapa warga Desa Padasari yang terdampak fenomena pergerakan tanag untuk sementara mengungsi di Majlis Az Zikir wa Rotibain.
Selain itu, BNPB juga menyalurkan bantuan berupa logistik dan permakanan guna memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi selama masa tanggap darurat.
Baca Juga:
Cegah Dampak Banjir, Sistem EWS Dipasang dari Hulu hingga Hilir Sungai Bekasi
Saat ini, penanganan bencana dilakukan secara paralel. Selain fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, pemerintah juga melakukan pendataan menyeluruh terhadap warga terdampak serta menyiapkan rencana pembangunan hunian sementara (huntara).
Beberapa warga Desa Padasari yang terdampak fenomena pergerakan tanag untuk sementara mengungsi di Majlis Az Zikir wa Rotibain.
Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), serta Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Tegal melakukan verifikasi dan pemutakhiran data By Name By Address (BNBA) sebagai dasar penerbitan Surat Keputusan kebutuhan huntara.