WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pabrikan pesawat ATR akhirnya angkat bicara setelah salah satu armadanya yang dioperasikan Indonesia Air Transport dilaporkan mengalami kecelakaan di Indonesia dan hingga kini masih dalam proses pencarian.
Melalui pernyataan resmi di situs perusahaan, ATR menyatakan telah mengerahkan seluruh tim ahlinya untuk mendukung penuh proses investigasi atas insiden pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang terjadi Sabtu (17/1/2026).
Baca Juga:
Setelah Bom dan Darah, Krisis Kesehatan Mental Menerjang Israel dan Gaza
Pernyataan tersebut disampaikan ATR menyusul laporan kecelakaan yang melibatkan pesawat buatannya di wilayah Indonesia.
Dalam keterangannya, ATR menegaskan perhatian utama perusahaan saat ini tertuju kepada seluruh pihak yang terdampak oleh peristiwa tersebut.
“ATR telah menerima laporan mengenai terjadinya kecelakaan di Indonesia yang melibatkan pesawat ATR 42-500,” tulis ATR.
Baca Juga:
Tiga Kekuatan Muslim Bergerak, Siapkan Pakta Pertahanan Hadapi Agresi Israel
Pabrikan pesawat asal Prancis itu menekankan bahwa keselamatan serta kondisi awak dan penumpang menjadi prioritas utama perusahaan.
“Pikiran dan perhatian utama kami tertuju kepada semua pihak yang terdampak oleh insiden ini,” lanjut pernyataan tersebut.
Selain menyampaikan keprihatinan, ATR juga memastikan keterlibatan langsung dalam proses investigasi yang sedang berlangsung.
“Tim ahli kami telah dikerahkan sepenuhnya untuk mendukung investigasi yang dipimpin oleh otoritas Indonesia dan untuk memberikan dukungan teknis kepada operator,” tulis ATR.
ATR menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari prosedur standar setiap kali terjadi kecelakaan yang melibatkan pesawat buatannya.
Pabrikan akan bekerja sama dengan otoritas penerbangan setempat, termasuk lembaga investigasi keselamatan transportasi, untuk mengumpulkan data teknis dan menganalisis penyebab insiden secara menyeluruh.
Sebelumnya, pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport dilaporkan hilang kontak di wilayah Sulawesi Selatan saat hendak mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.
Pesawat dengan nomor registrasi PK-THT tersebut membawa 10 orang yang terdiri dari awak dan penumpang.
Pesawat turboprop yang dioperasikan Indonesia Air Transport itu diketahui digunakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk keperluan patroli maritim.
Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian dan verifikasi di lokasi yang diduga menjadi titik jatuh pesawat.
Basarnas menyatakan bahwa prioritas utama dalam operasi ini adalah menemukan lokasi pasti pesawat serta memastikan kondisi seluruh awak dan penumpang.
Medan pencarian berupa kawasan pegunungan dan hutan disebut menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan operasi SAR.
Sampai berita ini diturunkan, penyebab kecelakaan belum dapat dipastikan.
Otoritas penerbangan bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi diperkirakan akan melanjutkan investigasi mendalam setelah lokasi kejadian berhasil diamankan dan data awal terkumpul.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]