WAHANANEWS.CO - Polda Metro Jaya terus mengusut kasus dugaan penipuan perjalanan umrah yang melibatkan Hanania Group, termasuk menelusuri keterlibatan sejumlah influencer yang diduga menerima kerja sama promosi atau endorsement dari pemilik Hanania Travel, Ahmad Syah Farhan (ASF).
Hingga saat ini, sedikitnya enam influencer telah dipanggil dan diperiksa sebagai saksi dalam penyidikan yang tengah berjalan, sementara beberapa nama lainnya dijadwalkan menjalani pemeriksaan ulang setelah sebelumnya tidak memenuhi panggilan penyidik.
Baca Juga:
Diskon Tambah Daya Listrik Hingga 50 Persen Resmi Dibuka, Berlaku Sampai 23 Juni
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan sejumlah influencer dijadwalkan menjalani pemeriksaan pada Jumat (12/6/2026), yakni Sara Gibson, Audrey Jesselyn, dan Dara Arafah.
“Adapun influencer lain yang dijadwalkan pada hari yang sama, yaitu Sara Gibson (SG), Audrey Jesselyn (AJ), dan Dara Arafah (DA), belum hadir dan dijadwalkan ulang untuk pemeriksaan pada 12 Juni 2026,” ujar Kombes Budi dalam keterangannya, Senin (8/6/2026).
Selain ketiga nama tersebut, polisi juga melayangkan panggilan kepada selebgram Karin Novilda atau Awkarin untuk dimintai keterangan sebagai saksi, namun yang bersangkutan tidak hadir tanpa memberikan penjelasan.
Baca Juga:
Ketegangan Memuncak, AS dan Iran Saling Klaim soal Status Selat Hormuz
“Sementara itu, Karin Novilda (KN) tidak hadir tanpa keterangan,” katanya.
Berikut daftar influencer yang telah diperiksa dalam kasus dugaan penipuan umrah Hanania Travel.
Keanu Angelo
Keanu Angelo menjadi salah satu influencer yang telah memenuhi panggilan penyidik dan menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya pada Senin (8/6/2026).
Usai pemeriksaan, Keanu mengungkapkan dirinya mendapat puluhan pertanyaan terkait awal kerja sama dengan Hanania Group hingga mekanisme kompensasi yang diterimanya.
“(Ditanyai) kenal di mana, terus awal kerja samanya gimana, kontraknya seperti apa. Aku jelasin di dalam bahwa aku dalam kerja sama, sama Hanania itu aku nggak menerima uang endorse-an sama sekali. Aku tuh kerja samanya barter,” ujar Keanu di Mapolda Metro Jaya.
Dalam pemeriksaan tersebut, Keanu turut menyerahkan sejumlah dokumen sebagai barang bukti, termasuk rekening koran untuk menunjukkan tidak adanya aliran dana dari Hanania Group ke rekening pribadinya.
“Aku juga bawa rekening koran aku periode bulan aku berangkat, yaitu 2 tahun yang lalu, bulan Agustus, dan 1 bulan sebelumnya, 1 bulan setelahnya, bahwa aku nggak menerima aliran dana apa pun dari Hanania Group,” ucapnya.
Praz Teguh
Komika Praz Teguh juga telah diperiksa penyidik terkait kerja sama promosi yang pernah dijalankan bersama Hanania Travel.
Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya Kompol Andaru menjelaskan pemeriksaan terhadap para influencer berfokus pada pengalaman mereka selama bekerja sama dengan Hanania Travel dan bentuk promosi yang dilakukan.
“Nah, jadi seperti halnya saksi-saksi influencer yang berprofesi sebagai influencer kemarin, pada intinya pemeriksaan menyangkut pada peristiwa yang dialami yang ada hubungannya dengan Hanania Travel, yang ada hubungannya dengan proses endorse yang terjadi,” kata Andaru, Kamis (11/6/2026).
Dari hasil pemeriksaan, diketahui para influencer menerima fasilitas perjalanan umrah dari Hanania Travel sebagai bagian dari kerja sama promosi.
“Jadi kerja sama dalam bentuk Hanania Travel memberikan umrah kepada para influencer, kemudian para influencer menghadiri umrah itu secara gratis karena tadi fasilitas tadi ya, kemudian para influencer memberikan tanggapan momennya, meng-upload itu ke dalam sosial medianya sebagai exposure,” ungkapnya.
Paula Verhoeven
Influencer sekaligus model Paula Verhoeven juga menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam perkara tersebut.
Paula sebenarnya dijadwalkan diperiksa keesokan harinya, namun meminta agar pemeriksaan dipercepat dan penyidik menyetujui permintaan tersebut.
“Pada intinya, Polda Metro Jaya hari ini dan seterusnya akan selalu transparan mengabarkan bagaimana penanganan kasus yang menyangkut Hanania Travel ini,” kata Kompol Andaru.
“Tentunya ini sedikit kami juga mencoba memberikan transparansi kepada korban, kepada masyarakat, bagaimana penyidik Polda Metro Jaya menangani kasus ini secara profesional,” tambahnya.
Dalam kasus ini, Polda Metro Jaya telah menetapkan Direktur Utama PT Khazanah Tamma Internasional, Ahmad Syah Farhan atau ASF, sebagai tersangka dugaan penipuan, penggelapan, dan tindak pidana pencucian uang terkait penyelenggaraan perjalanan umrah Hanania Travel.
ASF ditahan sejak Kamis (29/5/2026) dan dijerat Pasal 492 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, Pasal 486 KUHP, serta Pasal 607 KUHP.
Sejauh ini, penyidik telah menerima dua laporan polisi dengan nilai kerugian yang ditaksir mencapai belasan miliar rupiah.
Aaliyah Massaid dan Thariq Halilintar
Pasangan selebritas Aaliyah Massaid dan Thariq Halilintar turut menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya pada Rabu (10/6/2026).
Kuasa hukum keduanya, Sangun Ragadho, menjelaskan bahwa kerja sama yang dilakukan dengan Hanania Travel berupa pemberian fasilitas perjalanan umrah sebagai bagian dari promosi di media sosial.
“Sehingga meskipun emang kita mendapat benefit, benefit dalam artian karena ini ada timbal baliknya, timbal baliknya pada saat itu cuma story. Ada story-lah, postingan story, feed gitu, udah selesai. Ya sudahlah itu semua mereka berangkat, itu dari tanggal 8 sampai 15 kalau enggak salah Desember,”
Pihak Thariq dan Aaliyah mengaku baru mengetahui adanya persoalan hukum yang menjerat Hanania Travel pada awal tahun 2026 dan sempat terkejut karena nama mereka ikut dikaitkan dalam kasus tersebut.
Anwar BAB
Presenter Anwar Sanjaya atau Anwar BAB juga telah diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan penipuan jasa perjalanan umrah PT Khazanah Tamma Internasional atau Hanania Group pada Rabu (10/6/2026).
Dalam keterangannya, Anwar menegaskan tidak menerima aliran dana dari Hanania Travel dan hanya memperoleh fasilitas keberangkatan umrah melalui skema kerja sama barter.
“Saya ingin meluruskan isu-isu yang ada di luaran sana, bahwa saya Anwar tidak menerima sedikit pun aliran dana dari travel Hanania. Saya ditawari bentuk kerja sama dengan Hanania adalah barter. Jadi saya berangkat tidak mendapatkan uang, hanya mendapatkan uang saku selama perjalanan di sana,” jelas Anwar BAB.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]